Monday, June 17, 2024
spot_img
HomeGagasanMas Gibran Siap Berdebat?

Mas Gibran Siap Berdebat?

Hari ini, Jumat (22/12/2023) debat Cawapres perdana akan digelar. Para Cawapres akan adu gagasan soal ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Topik yang sungguh menarik. Apalagi untuk anak-anak muda seusia saya.

Saya teringat momen ketika Mas Gibran hadir dalam talkshow Rosi di Kompas TV beberapa waktu lalu. Menjawab pertanyaan, Mas Gibran menjelaskan bahwa mendekati anak muda tidak bisa dilakukan dengan cara lama. Pendekatan ke anak muda membutuhkan pendekatan khusus yang berbeda, karena anak muda memiliki kebutuhan, nilai, dan kekhawatiran yang unik.

Isu-isu seperti lingkungan, pariwisata, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan mental, dan teknologi adalah fokus kelompok usia Milenial dan Gen Z. Karena itu, strategi yang digunakan untuk mendekati dan mengajak mereka untuk terlibat, haruslah relevan dengan isu-isu ini.

Saya sependapat dengan Mas Gibran. Sebagai aktor-aktor utama yang akan memegang kendali atas segala aspek kemajuan, baik itu dalam skala lokal maupun skala nasional di masa depan, isu-isu itulah yang memenuhi imajinasi anak-anak muda.

Sebagai wirausahawan muda, ketika kemudian memutuskan untuk berpartisipasi dan terlibat dalam urusan politik, isu-isu semacam itulah yang terutama memicu ketertarikan. Saya yakin, Mas Gibran juga demikian.

Menjadi Cawapres, jelas bukan pengalaman pertama Mas Gibran terlibat dalam kontestasi elektoral. Sebelumnya Mas Gibran telah memenangkan pemilukada di Kota Solo. Artinya, beliau memiliki pengalaman yang memadai dalam pengelolaan kampanye, termasuk debat kandidat.

Menurut saya, pendekatan dan strategi yang digunakan Mas Gibran terutama untuk mendekati para pemilih muda ini sangat menarik dan autentik. Mas Gibran sangat fokus pada isu-isu yang relevan bagi anak muda. Beliau memahami dan memperkuat narasi dengan menyoroti isu-isu yang relevan untuk meningkatkan minat anak-anak muda. Sebagai sesama anak muda, itu jelas bukan sesuatu yang sulit.

Salah satu contoh adalah perhatian Mas Gibran pada e-sport. Beliau diketahui beberapa kali mengadakan lomba e-sport. Perhatian itu membuat kelompok pecinta game yang sangat besar menaruh harapan kepadanya.

Mas Gibran bahkan memiliki visi untuk menjadikan Kota Solo sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, hingga menyamai kecepatan internet Singapura, negara dengan kecepatan internet tercepat di dunia. Berbeda dengan pejabat-pejabat golongan tua yang mungkin mempertanyakan apa pentingnya punya koneksi internet cepat, Mas Gibran sangat paham betapa pentingnya kecepatan internet.

Setelah menjabat Wali Kota Solo, ia segera menggandeng Huawei Indonesia untuk mengembangkan jaringan Giga City. Solo diproyeksi menjadi kota di Indonesia yang menjadi percontohan pengembangan infrastruktur jaringan Giga City Huawei.

Mengikuti perjalanan dan kiprah politik Mas Gibran, saya paham betul bahwa beliau bukan lemah atau bahkan tidak bisa berdebat. Anak-anak muda Milenial dan Gen Z, seperti saya dan Mas Gibran memang cenderung tidak menyukai perdebatan.

Kami ini hanya lebih suka kerja nyata ketimbang sekadar adu wacana. Kami hanya lebih berminat untuk menyelaraskan visi dan menjajaki peluang kolaborasi ketimbang menyerang dan mengalahkan lawan debat.

Tapi sekali lagi, ini bukan berarti kami akan menghindari perdebatan. Sebagai pemilik masa depan, bersama Mas Gibran, kami anak-anak muda akan selalu berani menyampaikan gagasan terutama tentang bagaimana menyiapkan jalan terbaik, demi masa depan Indonesia maju!

MAULIDAN ISBAR

Ketua Umum Rakyat Pro-Gibran MilenialZ (RPGM)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular