Monday, March 4, 2024
HomeSains TeknologiKesehatanLayanan Kesehatan DKI Buruk, Anies Didemo

Layanan Kesehatan DKI Buruk, Anies Didemo

Sejumlah massa aksi Relawan Kesehatan Indonesia di depan Balaikota DKI Jakarta, Rabu (21/11/2018). Mereka menuntut Anies Baswedan melakukan perbaikan layanan kesehatan di DKI yang dinilai perlu ditingkatkan.

 

JAKARTA – Hari ini, Rabu (21/11/2018) Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia melakukan unjuk rasa di depan gerbang balaikota DKI Jakarta menuntut perbaikan layanan kesehatan di DKI Jakarta.

Aksi Rekan Indonesia dipicu oleh tindakan RSUD Tarakan yang melakukan penyanderaan bayi dari ibu Inggrid warga kolong jalan tol.

Bayi ibu Inggrid yang sedianya diperbolehkan pulang tanggal 8 November 2018 karena tidak mampu membayar biaya persalinan sebesar 5 juta oleh RSUD Tarakan disandera dan diancam akan dibuang ke panti sosial.

Bayi ibu Inggrid baru dibebaskan pada tanggal 12 November 2018 setelah keluarga pasien melapor ke Rekan Indonesia.

Lucunya, Dirut RSUD Tarakan menyanggah kalau RS tidak melakukan penyanderaan dan bahkan malah membebaskan biaya persalinan ibu Inggrid.

Menanggapi hal tersebut M. Tiana Hermawan ketua KPW DKI Rekan Indonesia menyatakan bahwa Dirut RSUD Tarakan telah melakukan pembohongan publik terhadap kasus tersebut.

“Kenapa kalau tidak disandera kok baru setelah rame-rame bayinya boleh pulang? Dan kalau tidak disandera kenapa keluarga korban lapor kepada kami?” tanya Tian panggilan akrab M. Tiana Hermawan dalam orasinya di unjuk rasa pagi ini.

“Setelah kami telusuri ternyata hal tersebut sering terjadi bahkan ada yang sudah benar-benar dibuang ke panti sosial,”ungkap Tian.

Menurut Tian unjuk rasa Rekan Indonesia ini dilakukan untuk menuntut keadilan kepada Gubernur Anies Baswedan terhadap perlakuan aparaturnya kepada rakyat.

“Ya kami ingin ada kepastian dari Anies Baswedan bahwa kasus tersebut tidak lagi terulang, sehingga warga DKI benar-benar terjamin pelayanan kesehatannya,” tegas Tian.

Hanya Ditemui Tim Gubernur, Peserta Demo Walk Out

Dalam unjuk rasa tersebut Rekan Indonesia diterima perwakilannya oleh tim Gubernur DKI Jakarta dan dinas kesehatan DKI, namun dalam pertemuan tersebut perwakilan Rekan Indonesia memilih walk out dari pertemuan karena ucapan tim Gubernur yang dianggap merendahkan Rekan Indonesia.

Massa Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia membawa sejumlah bendera organisasi saat berdemo di depan Balaikota DKI Jakarta, Rabu (21/11/2018).

 

“Dalam pertemuan tersebut tim Gubernur yang bernama Fajar tendensinya malah membela RSUD yang jelas-jelas sudah menyengsarakan rakyat. Bahkan malah membanding2kan dia yang juga melakukan advokasi kesehatan,” ujar Tian.

“Dia itu baru masuk balaikota saat Anies Baswedan jadi Gubernur, sementara kami ini sudah 8 tahun mendampingi warga DKI,” kesal Tian.

Tian masih berharap Anies Baswedan peka terhadap persoalan pelayanan kesehatan di DKI sebagai bentuk perwujudan keinginan Anies hadirnya keadilan sosial ditengah-tengah warga DKI.

(an/bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular