Friday, February 23, 2024
HomePendidikanKritisi Program World Class Professor Kemenristekdikti, Guru Besar ITS Ini Usulkan Program...

Kritisi Program World Class Professor Kemenristekdikti, Guru Besar ITS Ini Usulkan Program Village Class Professor

Guru Besar ITS Surabaya, Prof. Daniel M Rosyid.

 

 

SURABAYA – World Class Professor (WCP) yang diluncurkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diberlakukan sejak 2016 lalu mendapatkan tanggapan dari guru besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof. Daniel Mohammad Rosyid. Program WCP sendiri diluncurkan untuk peningkatan mutu universitas di Indonesia terutama dalam rangka mencapai target semakin banyaknya perguruan tinggi tanah air yang masuk World Class University (WCU).

“Ijinkan saya mengajukan program yang lebih mengutamakan relevansi, bukan mutu. Namanya Village Class Professor. Guru besar berkelas desa. Dalam program ini, seorang guru besar dibantu oleh beberapa dosen dan mahasiswa, diturunkan ke sebuah desa untuk memecahkan masalah desa tersebut,” ujar Prof Daniel kepada redaksi cakrawarta.com, Kamis (22/3/2018).

Lebih lanjut, guru besar yang juga pernah aktif di Dewan Pendidikan Jatim itu menjelaskan bahwa program Village Class Professor (VCP) nantinya akan membiayai proses pemetaan masalah, penemuan solusi dan pengimplementasian solusinya bersama masyarakat selama 1 sampai 3 tahun. Output yang diharapkan dari VCP adalah publikasi ilmiah, skripsi, tesis dan disertasi serta perubahan nyata desa sasaran.

“Opsi ini saya ajukan karena pada saat banyak mahasiswa asyik menghabiskan waktu main game online dan bermedsos ria, hari ini (Kamis, red.) seorang warga kampung menemukan sekarung Kartu Indonesia Pintar (KIP)  terlantar di daerah Sukolilo, Surabaya. Kita boleh bertanya apakah warga tadi sudah dicerdaskan oleh kehadiran banyak guru besar di kampus-kampus Surabaya ini,” heran Prof Daniel dengan nada satir.

Untuk diketahui, program WCP memungkinkan universitas mendatangkan seorang guru besar asing ternama -dengan publikasi terindeks melimpah- ke kampusnya untuk beberapa minggu atau bulan. Tjujuannya, iklim penelitian di kampus tersebut meningkat, dan publikasi terindeks kampus tersebut meningkat pula. Program WCP ini diluncurkan karena kinerja mutu perguruan tinggi sebagian diukur dari publikasi terindeks atau berreputasi internasional para dosen dan guru besarnya. Biaya untuk satu program WCU di sebuah perguruan tinggi ini kira-kira sekitar Rp. 350 – 500 juta.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular