Monday, June 17, 2024
spot_img
HomePolitikaKehebatan Retorika Anies Belum Mampu Menundukkan Kelugasan Prabowo

Kehebatan Retorika Anies Belum Mampu Menundukkan Kelugasan Prabowo

Supriyanto, Anggota Komisi II DPR RI saat menemani kampanye Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. (foto: ist)

PONOROGO – Agenda Debat Calon Presiden ke-3 akan digelar Minggu (7/1/2024) dengan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik. Debat rencananya akan diikuti oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.

Menjelang acara debat, Supriyanto yang merupakan Anggota DPR RI dari Komisi 2 menjelaskan bahwa untuk mengupas dan memprediksi debat capres ke tiga sebaiknya mereview hasil debat perdana sebagai acuan.

“Mengacu survei Indikator Politik Indonesia, pasca debat perdana, yang dirilis 26 Desember 2023 menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kokoh di posisi teratas dengan angka 46,7 %. Posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan angka 24,5 %, sedangkan posisi ketiga ditempati Anies Baswedan -Muhaimin Iskandar di angka 21 %,” ungkap Supriyanto politisi Gerindra tersebut, Minggu (7/1/2024).

Menurutnya, prediksi kehebatan retorika Anies Baswedan belum mampu menundukkan kelugasan, dan kapasitas Prabowo Subianto pada debat capres ketiga kali tesebut.

“Menurut pendapat saya dari aspek implementasi, dan kapasitas, Anies relatif di bawah Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Supriyanto yang juga mantan politisi PDIP tersebut, dalam perspektif sosiologis, masyarakat terbiasa berfikir komplek dan komprehensif.

“Logika, hati, dan rasa berjalan beriringan. Dalam memberikan penilaian terhadap debat calon presiden, masyarakat pasti mempertimbangkan banyak aspek,” tandasnya.

Masih menurut pria kelahiran Ponorogo tersebut, setidaknya ada tiga aspek yang dipertimbangkan. Pertama adalah aspek tampilan dalam debat.

“Meliputi diksi, narasi, gagasan, gestur, dll. Kedua adalah aspek implementasi. Substansi, gagasan, ide, dan program akan dinilai apakah bisa dilaksanakan atau tidak di lapangan dan ketiga adalah aspek kapasitas. Meliputi kinerja, kapabilitas, track record dan pengalaman,” paparnya.

Selain itu kata dia, dalam debat perdana ada beberapa isu yang disampaikan oleh Anies Baswedan terkait penurunan indeks demokrasi, rakyat tidak percaya dengan proses demokrasi.

“Dalam konteks isu demokrasi masyarakat bisa saja punya pandangan yang berbeda dengan Anies. Mungkin masyarakat berpandangan bahwa demokrasi berjalan secara baik, meskipun ada kekurangan,” bebernya.

Bahkan Anies Baswedan, menurutnya, melontarkan isu, dan pernyataan yang cukup krusial terkait pencalonan Gibran yang dianggap persyaratannya bermasalah secara etika.

“Persoalan etika yang dilontarkan Anies ke publik, akan mendapatkan respon dari masyarakat. Bisa saja publik punya pandangan berbeda dengan Anies. Bahkan bisa saja masyarakat mengganggap proses pencolanan Anies bermasalah secara etika. Karena deklarasi, pasangan Anies-Muhaimin di Surabaya terkesan mendadak, Partai Demokrat, dan PKS ditinggal. Padahal sebelumnya Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS, sudah menandatangani piagam koalisi,” pungkas politisi asal Dapil Jatim XII tersebut.

(DS/RaF)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular