Thursday, February 22, 2024
HomePolitikaNasionalKedaiKOPI: 3 Tahun Rezim Jokowi, Separuh Rakyat Puas Tapi Keluhkan Kondisi Ekonomi

KedaiKOPI: 3 Tahun Rezim Jokowi, Separuh Rakyat Puas Tapi Keluhkan Kondisi Ekonomi

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah berbincang serius sebelum memulai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada hari ini, Senin (2/10/2017). (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah berbincang serius sebelum memulai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada hari ini, Senin (2/10/2017). (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Dalam rangka mengetahui persepsi publik terkait 3 tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) meluncurkan survei nasional.

Adapun survei dilakukan di 8 kota yaitu Medan, Padang, Palembang, Jakarta (kecuali Kep. Seribu), Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar dengan melibatkan 800 responden secara tatap muka atau wawancara sejak 8 hingga 27 September 2017 lalu dengan margin of error (MoE) sebesar +/-3,5%.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menjelaskan bahwa topik pertanyaan pada survei dibagi menjadi beberapa topik.

“Topiknya tidak hanya tentang elektabilitas Jokowi atau Prabowo, tetapi juga tentang calon wakil presiden, kondisi Indonesia saat ini, termasuk pendapat rakyat tentang realisasi janji pemerintahan saat masa kampanye,” jelas Hendri.

Kondisi Indonesia Saat Ini

Menurut Hendri Satrio, melihat hasil surveinya tersebut, rakyat masih mengeluhkan tentang masalah ekonomi saat ditanya tentang masalah utama yang dihadapi masyarakat saat ini (pertanyaan terbuka). Masalah ekonomi (kebutuhan pokok, bbm dan listrik mahal) 55,4%, masalah kebutuhan lapangan pekerjaan 14,1%, korupsi 3,9%, narkoba 3,3%, berita hoax tentang SARA 2,5%. Responden yang menjawab tidak tahu ada 7,6%, sisa responden lainnya menyebutkan hal lain selain yang disebutkan di atas.

Saat ditanya tentang kondisi Indonesia saat ini (pertanyaan terbuka), responden menjawab perekonomian yang sulit (24%), demokrasi yang sedang diuji (21%), lebih baik dari pemerintahan sebelumnya (20,5%), normal (biasa aja) (10,6%), pembangunan dan pelayanan meningkat (5,8%), ada korupsi (5,2%), ada masalah keamanan (4,8%), tidak tahu (6,6%) sisanya menjawab hal lainnya.

Tentang Kepuasan dan Janji Jokowi-JK

Dari survei KedaiKOPI tersebut ditemukan data dimana sebanyak 55,7% responden puas dengan pemerintahan Jokowi-JK dan sebesar 43,3% menjawab tidak puas serta sisanya tidak menjawab.

Aspek pembangunan infrastruktur (32,7%) dan bantuan kesehatan serta pendidikan (16,3%) adalah dua alasan teratas puas terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Sementara harga kebutuhan pokok yang naik atau mahal (22,7%) dan janji yang belum ditepati (8,5%) merupakan alasan ketidakpuasan terhadap pemerintahan.

Rakyat menilai pembangunan infrastruktur (24,9%), pelaksanaan KIP, KIS, KKS (15%), memberantas korupsi dan narkoba (2,6%) dan blusukan (1,3%) adalah janji Jokowi-JK yang sudah terpenuhi (pertanyaan terbuka). Ada 31,5% responden yang menjawab tidak tahu sementara lainnya menjawab hal lain yang tidak disebutkan di atas.

Tentang Elektabilitas Jokowi dan Cawapres Jokowi

Menurut Hendri Satrio, dalam survei kali ini, pihaknya juga menanyakan tentang pilihan Presiden bila pemilu dilakukan di hari saat pertanyaan diajukan. Responden yang memilih Jokowi 44,9% sementara yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9% dan sisanya tidak menjawab.

Pada opsi jawaban selain Jokowi, responden menyebut nama Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Tri Rismaharini, Agus Harimurti Yudhoyono dan beberapa nama lainnya.

Hal ini nampaknya juga berpengaruh terhadap pilihan partai politik di 2019. Hanya 41,3% responden yang mengaku akan memilih partai politik pengusung Jokowi pada 2019 nanti, 53,5% menjawab tidak akan memilih sementara sisanya memilih untuk tidak menjawab atau tidak memilih.

Figur cawapres nampaknya akan cukup menentukan pada Pemilu 2019 kelak. Sebanyak 49,9% responden mengaku bahwa faktor cawapres mempengaruhi dalam memilih Presiden sementara 48,4% menjawab tidak mempengaruhi dan sisanya tidak menjawab. Sebagai Cawapres Jokowi pada pemilu 2019, rakyat masih menempatkan nama M. Jusuf Kalla di tempat teratas (15,1%), Prabowo Subianto (13,4%), Gatot Nurmantyo (12%), Susi Pudjiastuti (10,1%), Agus Harimurti Yudhoyono (7,5%), Tito Karnavian (6%), Sri Mulyani (4,8%), Budi Gunawan (0,8%), nama-nama lainnya (13,8%) dan sisanya menjawab tidak tahu.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular