Sunday, April 21, 2024
HomeInternasionalKe Singapura, Tim Pengajar MPSDM Unair Ajarkan Publik Speaking Untuk Pengembangan Personal...

Ke Singapura, Tim Pengajar MPSDM Unair Ajarkan Publik Speaking Untuk Pengembangan Personal Branding

Tim pengajar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia peminatan Industri Kreatif Universitas Airlangga berfoto bersama dengan para peserta pelatihan public speaking di depan gedung Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Jumat-Sabtu (17-18/2/2023). (foto: istimewa)

SINGAPURA – Tim pengajar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia Peminatan Industri Kreatif pada Jumat dan Sabtu (17-18/2/2023) melaksanakan program pengabdian masyarakat pada skala internasional di Singapura. Tim yang beranggotakan Dr. Santi Isnaini dan Dina Septiani, PhD ini terbang ke Singapura untuk melakukan program pengabdian dengan bentuk workshop di Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Workshop ini memfokuskan pada pelatihan public speaking sebagai cara pengembangan personal branding bagi guru-guru SIS.

“Semua orang pasti punya rasa takut untuk bicara di depan umum, apalagi untuk pertama kalinya,” jelas Santi Isnaini yang juga ketua peminatan Industri Kreatif PSDM Sekolah Pasca.

“Kunci utamanya ada pada persiapan dan Latihan,” lanjut pengurus perhumas ini. Dia memahami bahwa guru-guru SIS pasti sudah punya persiapan, tapi saat menghadapi audiens yang berbeda, bisa jadi diperlukan persiapan tambahan.

“Apalagi guru SIS membawa nama negara, tidak hanya sebagai guru atau SIS, tapi nama Indonesia,” imbuh dosen departemen Komunikasi FISIP Unair tersebut.

Selain pelatihan public speaking, workshop ini juga melatih guru SIS dalam pengembangan personal branding. Pentingnya personal branding ini disampaikan oleh pengajar peminatan Industri Kreatif yang juga kepala bidang internasional di Airlangga Global Engagement Universitas Airlangga, Dina Septiani.

“Tantangan global dan masifnya penggunaan media sosial menunjukkan pentingnya personal branding bagi semua orang, apalagi guru SIS,” ujar pengajar di Government Transformation Academy Kementerian Kominfo RI ini.

“Setiap orang memilih dan menentukan personal branding seperti apa yang dia inginkan dan dia munculkan,” ujar peneliti di Center for Strategic & Creative Communications Sekolah pascasarjana Unair tersebut.

Pelatihan ini menjadi sangat relevan karena menurut Yenny Dwi Maria, selaku Kepala Sekolah Indonesia Singapura, SIS memiliki posisi strategis karena sebagai sekolah yang berkurikulum Indonesia, secara geografis berada di jantung perdagangan, bisnis dan keuangan internasional.

“Sehingga, setiap guru dan staf SIS tidak hanya membawa branding sebagai diri mereka tapi juga sebagai guru SIS dan nama Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, IGAK Satrya Wibawa, PhD menyatakan pengabdian masyarakat atau pengmas yang diselenggarakan oleh sekolah pasca sarjana ini menjadi kontribusi penting dalam pengembangan kerjasama antar negara sekaligus untuk menunjukkan peran sekolah pasca di masyararakat secara umum.

“Pengmas ini salah satu hasil kunjungan dan dialog pimpinan Pasca beberapa waktu lalu ke KBRI. Pada prinsiopnya KBRI siap mendukung semua kegiatan yang membawa manfaat bagi Indonesia,“ jelas Satrya.

Untuk diketahui, program Pengmas ini dilaksanakan selama dua hari dengan metode ceramah pada hari pertama dan praktek pada hari kedua berupa penyampaian elevator pitch, yakni metode penyampaian informasi selama durasi elevator berjalan, selama kurang lebih 30 detik. Penyampaian elevator pitch ini menjadi kunci penyampaian informasi mengenai personal branding dari guru-guru SIS.

(rils/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular