Tuesday, February 7, 2023
HomeSains TeknologiKesehatanKasus Covid-19 Tiongkok Melonjak, Epidemiolog Ini Pinta Pemerintah Perketat Screening

Kasus Covid-19 Tiongkok Melonjak, Epidemiolog Ini Pinta Pemerintah Perketat Screening

Laura Navika Yamani saat memberikan materi mengenai kesehatan publik di Kabupaten Lamongan pada akhir 2022 lalu. Ia meminta meskipun PPKM dicabut, masyarakat tetap menerapkan prokes. (foto: cakrawarta)

SURABAYA – Kasus COVID-19 di negeri asalnya, Tiongkok kian meningkat sehingga merepotkan pemerintah domestik disana. Yang mengkhawatirkan pemerintahan Xi Jinping memutuskan tidak memberikan laporan kasus harian. Langlah Tiongkok itu jelas membuat khawatir seluruh dunia mengingat pergerakan masyarakatnya ke seluruh dunia sangat gencar terutama menjelang peringatan Imlek bulan depan.

Menanggapi hal itu, epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani, Ph.D mengatakan bahwa itu pertanda pandemi COVID-19 memang belum berakhir.

“Karena pandemi belum berakhir maka kewaspadaan dunia terhadap Covid-19 harus terus dijaga,” ujar Laura pada media ini, Jumat (6/1/2023).

Sementara itu terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang mencabut pemberlakuan PPKM mulai akhir 2022 lalu dengan alasan kasus terus turun, alumnus Kobe University Jepang itu menjelaskan boleh jadi kasusnya memang turun dikarenakan pemeriksaan turun atau bahkan tidak ada.

“Ini artinya seolah-olah kita aman. Padahal pandemi tidak melihat satu dua negara. Lonjakan-lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara justru seharusnya menjadi warning¬†sehingga kita bisa bersiap-siap. Agar tidak seperti kejadian awal pandemi ini,” imbuhnya.

Karena itu, Laura meminta masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat demi kesehatan sendiri, keluarga dan orang lain.

“Yang belum vaksin termasuk booster harap segera vaksin. Sementara dari pemerintah memperketat screening¬†terhadap warga asing di pintu perbatasan terutama dari negara-negara dengan lonjakan kasus Covid-19 sehingga terjadi sinergi antara langkah waspada masyarakat dengan kebijakan antisipatif pemerintah,” tandas perempuan berkacamata itu mengakhiri keterangannya.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular