Jelang Berakhir, Satgas TMMD Ke-112 Kodim 1002/HST Adakan Penyuluhan Terkait Stunting, Posyandu dan Posbindu PTM

0
Senin (11/10/2021), Satgas TMMD Ke-112  Kodim 1002/HST melakukan penyuluhan tentang Stunting, Posyandu dan Posbindu PTM di Gedung Serbaguna Desa Rantau Keminting Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)  Provinsi Kalimantan Selatan yang diikuti oleh ibu-ibu warga desa setempat. (foto: kodim 1002/hst)

 

BARABAI – Empat hari menjelang acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-112 Kodim 1002/HST, semua sektor sasaran fisik maupun non-fisik terus digenjot agar tercapai 100%.

Salah satu sasaran non-fisik tengah dilakukan oleh Satgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST adalah penyuluhan tentang “Stunting, Posyandu dan Posbindu PTM“.

Senin (11/10/2021), Satgas TMMD melakukan penyuluhan di Gedung Serbaguna Desa Rantau Keminting Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang diikuti oleh ibu-ibu warga desa.

Berkerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kasarangan, penyuluhan bertujuan agar para ibu warga desa mengetahui tentang apa itu stunting, posyandu dan Pos Binaan Terpadu PTM.

Bapak Lukman selaku Jabatan Sanetarian Penyelia mengatakan bahwa Posbindu adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu guna mengantisipasi dan pengendalian penyakit tidak menular.

“Nantinya dari Posbindu itu dikembangkan model pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Posbindu PTM,” ujar Lukman yang bertindak sebagai penyuluh.

Lukman menambahkan bahwa Posbindu PTM menjadikan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.

“Tujuan Posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Melalui Posbindu PTM dilakukan pencegahan faktor risiko PTM sedini mungkin sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan. Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Lukman menyampaikan bahwa kegiatan Posbindu PTM meliputi pemeriksaan deteksi dini faktor risiko yang dilakukan dengan wawancara terarah melalui penggunaan instrumen atau formulir untuk mengidentifikasi riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga yang telah diderita sebelumnya.

“Jadi nanti dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, Indeks Massa Tubuh (IMT), analisa lemak tubuh, pemeriksaan tekanan darah serta penyuluhan,” papar Lukman.

Sedangkan terkait pencegahan stunting, terutama dimasa pandemi Covid-19. perlu dilakukan pelayanan gizi dan mengutamakan prinsip pencegahan Covid-19, tetap dilakukan terutama cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker menjaga jarak fisik, membentuk grup secara daring untuk konseling dan edukasi gizi dan melakukan pelayanan posyandu.

“Konseling gizi ibu hamil dan anak, pemberian makan tambahan pemberian vitamin A, tablet tambahan darah untuk ibu hamil dan remaja putri dan melakukan kunjungan ke rumah. Hal tersebut perlu diupayakan dalam pencegahan dan penangulangan stunting,” pungkas Lukman.

(pend/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.