Berita Terpercaya Tajam Terkini

Janggal, Dailami Firdaus Minta Dibentuk Tim Investigasi Independen Usut Kasus Penembakan Laskar FPI

0
Dailami Firdaus.

 

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat Prof. Dr. Dailami Firdaus menyatakan dirinya prihatin sekaligus miris dengan kejadian tewasnya 6 orang pengawal Habib Rizieq Shihab, disaat rombongan tersebut sedang melakukan perjalanan untuk melaksanakan pengajian subuh dan di dalamnya juga terdapat balita.

“Sangat berduka cita dan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Tapi ini diluar rasional saya. Karena mereka yang menjadi korban bukan teroris! Teganya sampai petugas kepolisian melakukan penembakan yang menyebabkan terbunuhnya 6 orang. Apakah hal itu benar-benar harus dilakukan? Kenapa tidak dilumpuhkan saja atau apakah sudah diberi peringatan sebelumnya? Para korban mengawal ulama bukan mengawal teroris atau bandar narkoba,” ujar Dailami Firdaus dalam keterangan persnya kepada cakrawarta.com, Senin (7/12/2020).

Anggota DPD RI periode 2014-2019 itu menambahkan apabila benar terjadi penghadangan oleh petugas, tentu ini sudah sangat menyalahi aturan, karena penghadangan yang dilakukan di jalan tol atau jalan bebas hambatan. Dimana hal itu akan mengangu pengguna jalan lainnya dan dapat menimbulkan kecelakaan yang mengancam keselamatan orang.

“Apakah petugas sudah menunjukan identitasnya kepada para korban sebelum mengambil opsi menembak para korban? Apalagi dari pihak kepolisian menyatakan tidak ada petugas yang terluka dan semua dalam kondisi baik, bila terjadi penyerangan, bahkan sampai penembakan tentunya terjadi kontak fisik dahulu atau tindakan kekerasan lainnya,” imbuh tokoh Betawi itu.

Dailami merasakan adanya kejanggalan mengingat menurut keterangan pihak FPI  justru korban diculik. Artinya menurutnya, bisa jadi peristiwa penembakan tersebut terjadi di tempat berbeda.

Karenanya, dirimya melihat bahwa SOP dalam penguntitan yang dilakukan petugas kepolisian menjadi pertanyaan masyarakat, kenapa bisa sampai ketahuan dan mengakibatkan peristiwa penembakan.

“Kesimpangsiuran informasi ini harus segera diselesaikan. Menurut hemat saya, harus segera dibuat Tim Investigasi Independen untuk mengungkap peristiwa ini,” tegasnya.

Dailami bahkan mempertanyakan sikap polisi yang dinilai gegabah dalam menggunakan senjata.

“Karena saya sangat yakin pendukung Habib Rizieq cinta damai dan tak dibekali senjata. Harus diusut tuntas! Jika tindakan yang dilakukan berlebihan, maka polisi telah melakukan abuse of power dan disini Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab!” ucapnya.

Dailami juga memperingatkam jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi Polri mengingat tugas aparat kemanan adalah mengayomi masyarakat.

“Setiap tugas yang melibatkan masyarakat sipil harus terukur dan jelas, agar tidak menyalahi prosedur. Apalagi masyarakat saat ini membandingkan bagaimana sikap aparat keamanan yang keras terhadap warga sipil dan nyaris terlihat lemah ketika berhadapan dengan separatis yang jelas-jelas mengancam kedaulatan bangsa,” pungkasnya dengan nada geram.

(ep/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.