Friday, January 16, 2026
spot_img
HomePendidikan“Jangan Salah Paham Soal Jihad,” Pesan KH Anwar Zahid di Masjid UNAIR

“Jangan Salah Paham Soal Jihad,” Pesan KH Anwar Zahid di Masjid UNAIR

Aksi Abah Anza di Masjid Nuruzzaman UNAIR Kampus B Surabaya dihadiri ribuan jamaah meski tengah libur semester di kampus tersebut, Jumat (16/1/2026) sore. 

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – “Jangan salah paham soal jihad.” Pesan itu ditekankan penceramah nasional KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian Ngaji Bareng di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (16/1/2025) sore. Pengajian tersebut dipadati ribuan jamaah, meski kegiatan akademik kampus tengah memasuki masa libur semester.

Dalam ceramahnya, KH Anwar Zahid yang akrab disapa Abah Anza mengingatkan pentingnya kehati-hatian, terutama bagi mahasiswa, dalam memahami ajaran jihad. Ia menilai, penafsiran yang keliru berpotensi menjerumuskan dan menjauhkan nilai Islam dari esensinya.

“Jihad di zaman ini bukan keinginan untuk mati dengan dalih membela agama. Jihad justru bagaimana hidup sepenuhnya di jalan Allah,” ujar Abah Anza di hadapan jamaah.

Menurut dia, konsep jihad dan mati syahid harus dipahami secara utuh dan kontekstual. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti bom bunuh diri tidak dapat dibenarkan dalam ajaran Islam.

“Yang disebut mati syahid pada masa Rasulullah adalah mereka yang gugur dalam peperangan melawan musuh yang memerangi Islam, setelah berusaha mempertahankan diri. Bukan menyodorkan diri untuk dibunuh,” katanya.

Abah Anza juga mengulas keberhasilan para ulama dan wali terdahulu dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Keberhasilan tersebut, menurut dia, lahir dari metode dakwah yang mengedepankan kebijaksanaan dan keteladanan.

“Metodenya bil hikmah wal mau’izhah hasanah, dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik. Kalau pun harus berdialog atau berdebat, dilakukan dengan cara terbaik agar melahirkan kebaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Islam yang berkembang di Indonesia merupakan Islam moderat yang tumbuh seiring budaya dan adat setempat. “Islam ditegakkan sebagai rahmatan lil alamin, bukan dengan paksaan atau kekerasan,” ujarnya.

Rektor Universitas Airlangga Muhammad Madyan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian tersebut dihadirkan untuk menguatkan tradisi keilmuan dan keagamaan di lingkungan kampus, khususnya di Masjid Nuruzzaman yang telah selesai direnovasi pada Agustus 2024.

“Jangan hanya membawa pulang kelucuannya, tetapi ambil hikmahnya. Jangan hanya tertawa karena sindirannya, melainkan berubah karena kebenarannya,” kata Madyan.

Pengajian yang berlangsung hingga menjelang waktu Maghrib itu dihadiri jamaah dari berbagai daerah, tidak hanya dari Surabaya. Sejumlah peserta bahkan datang secara berkelompok dengan menyewa kendaraan umum hingga bus untuk mengikuti Ngaji Bareng KH Anwar Zahid di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga.(*)

Kontributor: Abdel Rafi

Editor: Umar Faruq

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular