Hebat! Di Tengah Masa Pandemi Lima Mahasiswa Unair Ukir Prestasi Internasional

0 21
ilustrasi. (foto: istimewa)

SURABAYA – Walaupun masih diterpa pandemi Covid-19, Universitas Airlangga (Unair) mampu mengukir prestasi kelas dunia. Hal itu tak lepas dari keberhasilan delegasi tim Unair dalam meraih medali silver dalam ajang bergengsi International Paper Competition pada event Mipa Road to Scientific Paper and Seminar (Marss) yang diselenggarakan oleh Univesitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tim UNAIR menggagas Pelayanan Tuberculosis (TB) dan Malnutrisi yang Terintegrasi dan Komprehensif pada Sabtu (27/3/2021) bulan lalu.

Unair sendiri mengirim lima mahasiswa yaitu Reza Istiqomatul Hidayah dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Muhammad Rizky Widodo dan Salsabila Farah Rafidah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ardelia Bertha Prastika dari Fakultas Kedokteran dan Firman Hidayat dari Fakultas Sains dan Teknologi.

Rizky Widodo sebagai nahkoda tim Unair menjelaskan alasan mengambil topik terkait TC dan malnutrisi. Sebab, malnutrisi rawan terkena TB, begitupun sebaliknya. Ia menilai Indonesia belum ada penanganan komprehensif dari dua hal tersebut.

“Kami sekelompok melihat ada dua hal kesehatan di Indonesia yang perkembangannya gitu-gitu aja, yaitu malnutrisi sama TB. Padahal di tahun 2030 ada target eradikasi di SDGs yang harus dipenuhi,” ujar Rizky Widodo, Senin (5/4/2021) melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Lebih lanjut, ia juga menyebut beberapa persoalan Indonesia yang belum tuntas, seperti fasilitas testing TB yang cukup sulit. Padahal itu merupakan hal yang vital dalam pemberantasan TB.

Maka dari itu, terdapat solusi yang diberikan oleh tim. Antara lain mHealth (mobile health) dan bridging system (sistem informasi kesehatan dan nanodiagnosis TB menggunakan Gold nanoparticle termodifikasi) untuk menyongsong era society 5.0. Tim menawarkan aplikasi Integrated Comprehensive Tuberculosis Testing and Treatment with Malnutrion Monitoring System (ICTMAS).

Testing TB menjadi sederhana, hanya meneteskan sampel darah dengan sentrifugasi serta menggunakan alat yang terstandarisasi  di laboratorium puskesmas.

“Terus nanti data pasien akan dicari ke SIGIZI sebagai database status gizi. Kalau teridentifikasi dia malnutrisi akan diberikan pelayanan khusus. Ditambah fitur edukasi PHBS untuk pencegahan penularan TB,” imbuh Rizky.

Kesibukan mengerjakan penelitian dan skripsi tak menghalangi Reza untuk mengikuti berbagai lomba. Menurutnya, kuliah dan prestasi harus berjalan beriringan.

“Kuliah juga penting tetapi kita juga butuh prestasi yang menunjang. Tiga hal yang saya pegang hingga saat ini yaitu niat, kemauan, dan komitmen. Sama aja kalau udah niat tapi engga ada kemauan. Kemudian di tengah juga ada godaan makanya harus komitmen,” pungkas Rizky.

(BTI)

Leave A Reply

Your email address will not be published.