Wednesday, April 17, 2024
HomePolitikaDaerahHarga Beras Naik, Bupati Tiwi: Untuk Minimalisir Beban Masyarakat, Pemerintah Harus Hadir!

Harga Beras Naik, Bupati Tiwi: Untuk Minimalisir Beban Masyarakat, Pemerintah Harus Hadir!

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat melepas keberangkatan armada truk pengangkut 10 ton beras dari Perum Bulog dan Perumda Puspahastama, Purbalingga, Selasa (5/3/2024). (foto: ist)

Purbalingga, – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan Operasi Pasar dengan melepas keberangkatan armada truk pengangkut 10 ton beras dari Perum Bulog dan Perumda Puspahastama. Beras tersebut akan didistribusikan ke pasar-pasar dan toko-toko guna stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

“Operasi pasar ini dalam rangka membantu masyarakat sehubungan meningkatnya harga beras beberapa minggu/bulan terakhir. Untuk meminimalisir beban pengeluaran masyarakat khususnya berkaitan harga beras di sinilah pemerintah harus hadir,” kata Bupati Tiwi dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman Pendopo Dipokusumo, Selasa (5/3/2024).

Operasi pasar ini Pemkab Purbalingga menggandeng Perum Bulog dan Perumda Puspahastama dalam mensuplai beras. Operasi pasar hari ini baru menyasar ke pasar dan toko di Kecamatan Bukateja, Kemangkon, Kutasari dan Purbalingga.

“Semoga kerjasama dengan Bulog dan Puspahastama ini bisa menekan harga beras di Purbalingga sehingga bisa kembali stabil tidak memberatkan beban pengeluaran masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Johan Arifin menjelaskan Perum Bulog akan memfokuskan distribusi beras SPHP ini ke pasar-pasar rakyat/tradisional se-Kabupaten Purbalingga dengan target 7 ton per minggu.

“Sedangkan Perumda Puspahastama memfokuskan distribusinya ke toko-toko di tingkat desa-desa,” katanya.

Ia menegaskan beras SPHP yang diedarkan saat ini dipatok dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kilogram. Penjual nantinya dilarang menjual dengan harga lebih tinggi dari HET tersebut.

“Kalau ketahuan akan kita tegur, dan kalau masih menjual di atas HET lagi akan kita cabut pada periode berikutnya dia tidak lagi pengecer beras SPHP ini,” tegas Johan.

Ia menginformasikan harga pasar beras untuk jenis Medium terkini di Purbalingga mencapai Rp 15.800 per kilogram. Harga tersebut menurun dari yang sebelumnya mencapai Rp 16.500 per kilogram.

(alfa/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular