Berita Terpercaya Tajam Terkini

Gibran Masuk Kandidat Cawali Solo, Bukti Kinerja Jokowi Dirasakan Rakyat

ilustrasi. (foto: istimewa)

 

SOLO – Laboraturium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta merilis hasil survei calon Wali Kota Solo periode 2020 – 2025, Dalam survei tersebut popularitas Gibran dan Wakil Wali Kota Surakarta saat ini, Achmad Purnomo mendapatkan angka tertinggi dengan 90 responden dan Kaesang berada di peringkat ketiga dengan 86 responden, untuk akseptabilitas, Achmad Purnomo mendapatkan angka tertinggi dengan 83 responden. Kemudian disusul Gibran, Ketua DPRD Surakarta saat ini, Teguh Prakosa, dan Kaesang, sedangkan elektabilitas, Achmad Purnomo 38 persen, Gibran 13 persen, Teguh Prakosa 11 persen dan Kaesang 1 persen suara.

Menanggapi hasil survei tersebut Sekjen Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, Cahyo Gani Saputro mengapresiasi masuknya nama 2 (dua) putra Presiden Jokowi, artinya kinerja Jokowi selama ini dirasakan betul masyarakat Kota Surakarta.

“Ya ini artinya selama ini kinerja Pak Jokowi dirasakan betul sama rakyat. Makanya ketika ada alternatif pilihan dan beliau tidak memungkinkan tentu masuknya Mas Gibran adalah bukti rakyat tetap rindu dan berharap kinerja Pak Jokowi khususnya di Solo tetap berlanjut,” ujar Cahyo kepada redaksi cakrawarta.com, Senin (29/7/2019).

Menurut Cahyo, masuknya Gibran dan Kaesang pada bursa Pilkada Kota Surakarta akan cukup berpengaruh pada kontestasi Pemilu 2024. Jadi selama 2 periode bisa disebut politik rakyat dimana negara “diselamatkan” oleh pemimpin yang berasal dari rakyat jelata. Saat ini menurut Cahyo, politik itu kembali bergeser pada politik para ksatria atau para pemilik trah dan mereka yang penah menjadi pimpinan para prajurit.

“Artinya munculnya calon pemimpin millenial seperti Gibran justru dalam konteks persiapan menghadapi bonus demografi. Solusinya ya pemimpin dengan latar belakang enterpreneur guna menjawab persoalan lapangan pekerjaan ke depan,” imbuhnya.

Selain itu, Cahyo mengatakan bahwa survei tersebut cukup menarik dan tak asing baginya karena ia cukup mengenal Kampus Universitas Slamet Riyadi. Menurutnya kampus tersebut adalah basis pergerakan mahasiswa di wilayah utara Kota Surakarta, yang merupakan basis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

“Salah satu koordinator surveyor mereka kami kenal baik. Dia adalah Pengurus DPC GMNI Kota Surakarta yang juga mahasiswa Pasca Sarjana sekaligus asisten dosen kampus tersebut,” kata Cahyo.

Selanjutnya, Cahyo mengatakan survei yang dilakukan Unisri memang harus diakui keilmiahannya. Namun menurutnya, semua itu tidak ada artinya tanpa dukungan politik.

“Kunci untuk memenangkan perhelatan di Kota Surakarta adalah diusung dan didukung oleh seluruh slage orde PDI Perjuangan Kota Surakata,” pungkas Wasekjen Keluarga Besar Marhaenis ini.

(

Comments are closed.