Wednesday, December 7, 2022
HomeSains TeknologiKesehatanDinilai Tak Tegas Soal Kasus Ginjal Akut, YLKI: Pemerintah Harusnya Tarik Obatnya...

Dinilai Tak Tegas Soal Kasus Ginjal Akut, YLKI: Pemerintah Harusnya Tarik Obatnya Dari Pasaran!

JAKARTA – Kematian anak akibat gangguan ginjal akut misterius semakin mencengangkan. Hingga Rabu (19/10/2022) menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sudah 99 anak meninggal dalam kasus ini dan terbanyak di Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan angka kematian 25 dan 21 anak. Untuk itu pihak Kemenkes meminta seluruh tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan agar sementara tidak meresepkan obat dalam bentuk cair atau sirup sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

Menyikapi langkah tersebut, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai langkah pemerintah dalam hal ini Kemenkes dan BPOM tampak ambigu dengan langkah kebijakan yang dilakukan.

“Sikap dan pernyataan Kemenkes kurang tegas, karena hanya meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat panas cair berupa sirup yang diduga menjadi penyebab. Mestinya Kemenkes dan BPOM juga melakukan recalling atau menarik dari pasaran, terhadap produk obat panas /demam untuk anak dalam bentuk cair/ sirup tersebut,” tegas Tulus dalam pernyataannya kepada awak media di Jakarta, Kamis (20/10/2022).

Tulus menambahkan jika memang obat yang beredar di Gambia memang tidak beredar di Indonesia, ia mempertanyakan mengapa kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia sangat tinggi yakni mencapai sekitar 206 kasus per 8 Oktober 2022 yang merupakan kasus di 22 Provinsi di Indonesia sebagaimana disampaikan Juru Bicara Kemenkes M. Syahril.

“Kasusnya mencapai 200an dan bahkan banyak yang meninggal. Ini menjadi hal yang sangat aneh dan pertanyaan yang serius bagi masyarakat,” imbuh Tulus.

Karena itu, YLKI meminta pemerintah bergerak cepat dan sinergis dalam menangani kasus ini demi memberikan perlindungan yang menyeluruh pada masyarakat, khususnya anak anak.

“Jangan sampai korban terus berjatuhan dan eskalatif. Pemerintah harus bergerak cepat dan sinergis!” tandasnya.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular