
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 20 pelajar putri terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur menjalani karantina selama tiga hari dalam rangka seleksi dan pembekalan Duta Pelajar 2026 yang diselenggarakan oleh (IPPNU) Jawa Timur, 9-11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk menyiapkan representasi pelajar putri NU yang berkarakter, berdaya saing, dan berorientasi pada pengabdian.
Karantina dilaksanakan di Kantor PWNU Jawa Timur dan ditutup di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya. Selama kegiatan, para finalis mendapatkan pembekalan intensif terkait kepemimpinan, penguatan karakter, serta nilai-nilai ke-NU-an sebagai fondasi peran mereka di ruang publik.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah, mengatakan bahwa program Duta Pelajar dirancang tidak sekadar untuk memilih figur yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.
“Duta Pelajar IPPNU diharapkan menjadi representasi pelajar putri NU yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aisyah, Minggu (11/1/2026).
Selain materi ke-IPPNU-an, para peserta dibekali leadership dan character building guna memperkuat pemahaman tentang peran, nilai, serta tanggung jawab sebagai Duta Pelajar. Materi lain disampaikan oleh Duta Santri Nasional, Norma Hasanatul Maghfiroh, yang mengulas public speaking dan personal branding.
“Represent with grace bukan tentang tampil sempurna, melainkan kesediaan menjaga nilai dalam setiap peran. Representasi terbaik lahir dari kelembutan tutur, kematangan sikap, dan ketulusan dalam mengabdi,” kata Norma.
Beragam materi penguatan lain turut diberikan selama karantina, antara lain kesehatan mental dan konselor sebaya, literasi digital dan content creation, beauty class, pageant class, hingga koreografi dance opening. Seluruh materi disampaikan oleh pemateri inspiratif dari kalangan duta nasional, duta baca Jawa Timur, hingga profesional.
Aisyah menegaskan, rangkaian karantina ini diharapkan mampu membentuk duta pelajar yang tidak hanya cakap secara intelektual dan keterampilan, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial, sejalan dengan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Sementara itu, IPNU Jawa Timur bekerja sama dengan menyalurkan Beasiswa Baznas Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada 50 pelajar NU. Beasiswa tersebut menyasar 43 pelajar SMA/SMK/MA dan tujuh pelajar MTs/SMP.
Ketua PW IPNU Jawa Timur, M. Rafli Rifki Reza, mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembayaran SPP bulanan dan pemenuhan kebutuhan sekolah pelajar.
“Melalui kerja sama ini, IPNU Jatim berupaya membantu pelajar agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik. Semoga manfaatnya terus dirasakan oleh pelajar NU di Jawa Timur,” ujarnya.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



