Wednesday, February 21, 2024
HomePendidikanDunia KampusBerkumpul Dalam WUACD Unair 2023 di Banyuwangi, 26 Universitas Kelas Dunia Sepakati...

Berkumpul Dalam WUACD Unair 2023 di Banyuwangi, 26 Universitas Kelas Dunia Sepakati Sejumlah Program Kerja Untuk 2024

Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, MSi., sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga (dua dari kiri pada mimbar depan) saat menjadi pembicara dalam WUACD 2023 di El Hotel Banyuwangi, Selasa (21/11/2023). (foto: pih unair)

SURABAYA   Membangun masyarakat melalui pengabdian merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Institusi memiliki peran dalam membangun kerja sama yang luas sesuai dengan SDGs poin 17 yakni Partnership for The Goals atau Kemitraan untuk mencapai Tujuan.

Hal itu senada dengan World University Association for Community Development Universitas Airlangga (WUACD Unair) yang merupakan wadah kolaboraborasi terpadu antara universitas yang ada di seluruh dunia. Platform itu bertujuan untuk membahas kemitraan strategis antar anggota Universitas yang tergabung dalam WUACD guna membangun kerja sama internasional terkait dengan program tridharma di lembaga pendidikan tinggi, pertukaran data dan hasil evaluasi pelaksanaan SDGs di Unair dan universitas di seluruh dunia.

Pada tahun ini,  Unair menjadi tuan rumah WUACD Summit 2023 yang berlangsung di El Hotel Banyuwangi pada Selasa (21/11/2023) dengan menghadirkan delegasi dari 26 institusi di seluruh dunia. Tema yang diusung tahun ini yakni SDGs poin 14 (Kehidupan di Bawah Air) yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melestarikan lingkungan akuatik merupakan salah satu kunci untuk membangun lingkungan ekologis yang lebih baik.

Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, MSi., sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development menerangkan bahwa dengan berkumpulnya semua anggota disini, harapannya bisa berkolaborasi melalui program pengembangan komunitas dan pengabdian masyarakat di berbagai negara. Menurutnya, kolaborasi itu akan memberikan kontribusi yang lebih besar.

“Konsorsium ini bisa menjadi wadah memperkuat kerja sama antar universitas di seluruh dunia,” ungkapnya.

Ia juga berharap dukungan dan diskusi antar anggota WUACD akan memberikan kepedulian terhadap program pengembangan komunitas, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia.

“Terima kasih banyak kepada semua anggota kami atas dedikasi dan kontribusi Anda, semoga kita dapat terus memberikan dampak nyata,” imbuhnya.

Menurutnya, tujuan dan komitmen dari semua pihak akan memberikan perubahan positif dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan.

Para delegasi dari 26 institusi dari seluruh dunia dalam WUACD 2023 melakukan sesi foto bersama di El Hotel Banyuwangi, Selasa (21/11/2023) malam. (foto: pih unair)

Sementara itu, dari Dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV(K) mengatakan bahwa ada sejumlah program SDGs yang akan difokuskan pada tahun 2024. Di antaranya ekonomi, pendidikan, pengabdian masyarakat dan kesehatan. Program ini tentunya akan menjadi tanggung jawab para koordinator baru WUACD 2024. Mereka adalah Dr. Rahmat Yuliawan, SE., MM., AWP., CHRM, Prof. Ira Nurmala, SKM., MPH., PhD., dari Unair dan Associate Prof. Dr. Mohd Roslan Rosnon dari Universitas Putra Malaysia.

Komitmen tersebut akan diwujudkan dengan beberapa program seperti, summer program, international conference, Airlangga Grant and Matching Fund on Community Development, hingga WUACD International Community Development.

“Nantinya mereka juga akan mengajukan proposal kegiatan. Dan kami akan memetakan universitas mana saja yang akan melaksanakan program tersebut,” tuturnya.

Dalam kontribusinya di WUACD, dokter Niko berharap Unair akan selalu menjadi inisiator dan motor penggerak organisasi dalam mengarahkan dan memimpin mereka untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Dengan menjadi inisiator, kita ingin menunjukkan bahwa Unair unggul dalam komunitas pengabdian masyarakat dan bermanfaat di mata global,” harapnya.

Selain membahas rencana program WUACD ke depan, pada kesempatan itu turut dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan anggota baru dari universitas di luar negeri yang hadir pada kesempatan tersebut yaitu Griffith University, Allama Iqbal Open University dan University of The Punjab.(***)

(pkip/11/2023)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular