
SRAGEN, CAKRAWARTA.com – Aris Supriyanto tak lagi dihantui rasa cemas setiap kali hujan deras mengguyur Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Rumah yang selama bertahun-tahun ditempati bersama keluarganya dalam kondisi sederhana dan kurang layak kini telah berdiri lebih kokoh, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.
Perubahan itu terjadi setelah rumah Aris menjadi salah satu sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0725/Sragen. Pada Minggu (17/5/2026), rumah tersebut tampak jauh berbeda dibanding sebelumnya. Dinding yang dahulu kusam kini terlihat rapi, struktur bangunan lebih kuat, dan ventilasi yang lebih baik membuat udara di dalam rumah terasa lebih sehat.
Bagi Aris, perbaikan rumah itu tidak sekadar menghadirkan bangunan yang lebih layak. Bantuan tersebut juga memulihkan rasa aman yang sempat hilang, terutama ketika cuaca buruk datang.
“Dulu rumah kami masih banyak kekurangan dan kurang nyaman ditempati. Sekarang, alhamdulillah, sudah jauh lebih baik, bersih, dan sehat. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI,” ujar Aris dengan suara bergetar.
Sebelum direnovasi, sejumlah bagian rumah Aris mulai lapuk dan tidak lagi memberikan perlindungan yang memadai bagi keluarganya. Atap dan dinding yang menua kerap menimbulkan kekhawatiran ketika hujan turun disertai angin kencang.
Melalui kerja bersama personel Satgas TMMD dan warga setempat, rumah itu kini berubah menjadi hunian yang lebih sehat dan aman. Sirkulasi udara yang lebih baik dan konstruksi bangunan yang lebih kokoh menghadirkan kenyamanan baru bagi keluarga Aris.
Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Program tersebut ditujukan untuk membantu warga berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga.
Kisah Aris menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu berbentuk jalan atau jembatan. Di sebuah rumah sederhana di Desa Puro, gotong royong dan kepedulian telah menghadirkan ketenangan dan harapan baru bagi sebuah keluarga.(*)
Kontributor: Agus Kemplu
Editor: Abdel Rafi








