Thursday, February 19, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaPWNU Jatim Gelar “Kentong Ramadhan 1447 H”, Hadirkan Kajian Harian dan Siaran...

PWNU Jatim Gelar “Kentong Ramadhan 1447 H”, Hadirkan Kajian Harian dan Siaran Digital untuk Nahdliyin

Kajian Kentongan Ramadhan PWNU Jatim tahun 2025 bersama Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kembali menghidupkan tradisi intelektual Ramadhan melalui kajian bertajuk “Kentong Ramadhan 1447 H, yang digelar sepanjang 3 hingga 27 Ramadhan 1447 Hijriah atau 21 Februari hingga 17 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan PWNU Jatim.

Sekretaris Kajian “Kentong Ramadhan 1447 H, HM Koderi, mengatakan kegiatan tersebut akan dibuka langsung oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz di Aula Lantai 1 Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (21/2/2026).

“InSya-Allah, kajian Kentong Ramadhan 1447 H dibuka Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz pada 3 Ramadhan 1447 H atau 21 Februari 2026,” ujar Koderi di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Koderi, kajian Ramadhan merupakan tradisi yang telah lama dijalankan PWNU Jawa Timur sebagai ikhtiar menghidupkan waktu siang Ramadhan dengan kegiatan keilmuan dan dakwah, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

“Hari pertama dipercayakan kepada Lembaga Dakwah NU (LDNU) dengan tema sesuai bidang dakwah. Selanjutnya, kajian akan diisi secara bergiliran oleh 18 lembaga dan 14 badan otonom di lingkungan PWNU Jatim,” kata Koderi, yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim.

Ia menambahkan, rangkaian kajian ini akan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama antara PWNU Jawa Timur dan pengurus cabang NU se-Jawa Timur, sebagai momentum mempererat silaturahim organisasi.

Untuk memperluas jangkauan dakwah, kajian “Kentong Ramadhan 1447 Htidak hanya berlangsung secara luring, tetapi juga disiarkan melalui TV9 dan kanal digital Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur.

“Hal ini diharapkan dapat menjangkau nahdliyin hingga ke akar rumput,” ujar Koderi.

Adapun lembaga yang terlibat antara lain LDNU, LP Ma’arif NU/RMI NU, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam NU, LPBH NU/LWP NU, Lesbumi NU, Lazisnu, LBM NU/Aswaja Center, LKNU, LFNU, LPTNU, LTNU/LTM NU, serta LPBI NU/SNNU.

Sementara badan otonom yang berpartisipasi meliputi Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor/Pagar Nusa, JQHNU/PMII, IPNU/IPPNU, Jatman NU, ISNU/Sarbumusi, serta Pergunu/Ishari.

Melalui kajian ini, PWNU Jawa Timur berharap Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan tradisi keilmuan, dakwah, dan konsolidasi organisasi di kalangan warga Nahdlatul Ulama.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular