Wednesday, January 21, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahJembatan Ngaglek, Akses Warga yang Kian Rapuh

Jembatan Ngaglek, Akses Warga yang Kian Rapuh

Salah seorang warga saat melintasi Jembatan Ngaglek yang kian rapuh di Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (21/1/2026) siang. (foto: Arwang)

MAGETAN, CAKRAWARTA.com – Papan-papan kayu di Jembatan Ngaglek berderit setiap kali diinjak. Di atas aliran sungai berwarna kecokelatan, warga Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kerap menahan napas saat menyeberang. Jembatan yang dibangun pada 2007 itu kini kian rapuh, dimakan usia, dan rawan membahayakan keselamatan.

Sejumlah papan kayu terlihat lapuk dan licin. Kondisi tersebut bahkan pernah nyaris menelan korban. Kepala Desa Ngaglek, Parno, menuturkan, seorang warga sempat terpeleset saat menyeberang jembatan sambil menggendong keranjang.

“Ibu itu terpeleset karena papan kayu sudah lapuk. Beruntung, keranjangnya tersangkut di papan sehingga tubuhnya tertahan dan warga bisa segera menolong,” ujar Parno saat ditemui di lokasi, hari ini, Rabu (21/1/2026).

Menurut Parno, pemerintah desa bersama warga sebenarnya telah berulang kali melakukan perbaikan. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan tersebut hanya bersifat sementara.

“Kami hanya mampu mengganti papan-papan yang terlihat paling lapuk. Tetapi daya tahannya tidak lama,” katanya.

Padahal, jembatan tersebut memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari warga. Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, menyebut Jembatan Ngaglek sebagai salah satu akses utama masyarakat.

“Setiap hari anak-anak sekolah melintas di sini. Warga juga menggunakannya untuk menuju lahan pertanian dan mencari pakan ternak,” ujar Untoro saat meninjau jembatan tersebut.

Selain itu, jembatan ini menjadi jalur terdekat bagi warga untuk menuju pusat kota dan fasilitas umum lainnya. Jika harus memutar melalui jalur alternatif, jarak tempuh bisa mencapai sekitar 14 kilometer. Melalui jembatan ini, jaraknya hanya sekitar 10 kilometer.

Tim Korem 081/DSJ saat melakukan investigasi kondisi jembatan di Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (21/1/2026) siang. (foto: Arwang)

Jembatan Ngaglek juga berfungsi sebagai penghubung antara Kecamatan Parang dan Kecamatan Ngariboyo. Melihat perannya yang vital, Untoro menyatakan jembatan tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu sasaran dalam program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/DSJ.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan agar akses dan keselamatan warga lebih terjamin. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi keterbatasan aksesibilitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular