
JOMBANG, CAKRAWARTA.com –Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Kecamatan Diwek, Jombang, menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama dua hari, sejak Jumat (16/1/2026) hingga hari ini, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan berlangsung di aula MA Seblak dan diikuti puluhan pelajar.
Ketua Panitia Makesta, Firda Putri Khurun’in, mengatakan kegiatan ini diikuti 34 peserta yang terdiri atas 14 anggota IPNU dan 20 anggota IPPNU. Para peserta merupakan pengurus baru hasil Musyawarah Komisariat yang digelar pada Desember 2025.
“Makesta ini menjadi pintu awal pengkaderan formal IPNU-IPPNU. Harapannya, peserta memahami nilai dasar organisasi sekaligus siap mengemban tanggung jawab kepemimpinan,” ujar Firda.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan, ke-NU-an dan Ahlussunnah wal Jamaah, administrasi organisasi, kepemimpinan, hingga sejarah IPNU-IPPNU dan pesantren Seblak.
Materi wawasan kebangsaan disampaikan oleh perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur, Fatih Maulana Al-Maraghi. Adapun materi sejarah IPNU-IPPNU disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Diwek, Umar Al-Faruq.
Menurut Firda, Makesta diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melatih karakter kepemimpinan dan militansi organisasi para pelajar. “Kami berharap IPNU-IPPNU di tingkat komisariat semakin maju dan memberi kontribusi positif bagi madrasah,” katanya.
Sebelumnya, Musyawarah Komisariat IPNU-IPPNU MA Seblak menetapkan Guruh Aji Prasetya sebagai Ketua IPNU dan Lubnaya Khomaini sebagai Ketua IPPNU. Keduanya bersama jajaran pengurus baru telah dilantik pada 18 Desember 2025.
Ketua PAC IPNU Diwek, Umar Al-Faruq, berharap para peserta Makesta semakin bangga menjadi bagian dari IPNU-IPPNU. Ia mengingatkan bahwa organisasi pelajar NU memiliki akar sejarah kuat, khususnya di Jombang.
“IPNU adalah ruang belajar berorganisasi, mengasah kepemimpinan, dan mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” ujarnya. Menurut Umar, IPNU-IPPNU juga menjadi sarana pengembangan diri, keterampilan sosial, dan jejaring pergaulan yang sehat.
Ia mendorong peserta Makesta untuk melanjutkan proses kaderisasi ke jenjang berikutnya. “Makesta bukan akhir, tetapi awal perjalanan berkhidmat di IPNU-IPPNU,” katanya.
Kepala MA Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Budi Santoso, menegaskan pentingnya Makesta sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kegiatan ini tidak kami niatkan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai penguatan mental dan karakter keorganisasian pelajar,” ujarnya saat dihubungi terpisah.
Menurut Budi, IPNU-IPPNU di lingkungan madrasah diharapkan dapat bersinergi dengan program pembiasaan dan kegiatan ekstrakurikuler. “Dengan begitu, organisasi pelajar ini bisa menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan siswa,” pungkasnya.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi



