Thursday, January 15, 2026
spot_img
HomeSains TeknologiKecombrang Diolah Jadi Solusi Perawatan Tubuh, Berbuah Perak di Ajang Dunia

Kecombrang Diolah Jadi Solusi Perawatan Tubuh, Berbuah Perak di Ajang Dunia

ilustrasi.

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Berangkat dari persoalan sehari-hari yang akrab di negara beriklim tropis, sekelompok mahasiswa Indonesia asal Universitas Airlangga (UNAIR) mengolah bunga kecombrang menjadi inovasi perawatan tubuh dan rambut. Upaya itu berbuah manis dengan diraihnya silver medal dan special stage presentation dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand.

Ajang tersebut berlangsung pada 5-9 Januari 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) dan diikuti oleh inovator dari berbagai negara.

Tim mahasiswa ini mengembangkan produk bernama ETLIORÉ, sebuah nanoemulsion spray berbahan dasar ekstrak bunga Etlingera elatior atau kecombrang. Produk tersebut dirancang sebagai perawatan tubuh dan rambut yang relevan dengan kondisi iklim tropis, seperti Indonesia.

Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa ETLIORÉ dikembangkan dengan konsep bahan alami dan aman digunakan pada kulit sensitif. Produk ini dapat diaplikasikan pada tubuh dan rambut dalam satu kemasan.

“Teknologi nanoemulsion digunakan agar produk cepat meresap tanpa meninggalkan rasa lengket,” ujarnya.

Menurut Rayhan, inovasi tersebut lahir dari permasalahan yang kerap dialami masyarakat tropis, mulai dari bau badan, produksi sebum berlebih, rambut lepek, hingga ketombe. Karena itu, ETLIORÉ dirancang memiliki fungsi antibakteri, pengendali sebum, dan deodorizing.

“Produk ini dibuat ringkas dan mudah digunakan untuk menunjang aktivitas harian. Kami ingin menghadirkan solusi perawatan diri yang praktis dan dapat diakses oleh berbagai kalangan,” katanya.

Tantangan Riset dan Proses Panjang

Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi tantangan pada tahap riset dan pengembangan. Keterbatasan waktu di tengah aktivitas akademik membuat proses uji coba harus dilakukan berulang kali.

“Kerja sama dan komitmen tim menjadi kunci. Kami bersyukur mendapat kesempatan mempresentasikan produk di hadapan investor dari berbagai negara,” ujar Rayhan.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga didukung oleh pendampingan dosen pembimbing, Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D., serta dukungan PUSPAS UNAIR yang memfasilitasi keikutsertaan tim dalam ajang internasional tersebut.

Ke depan, tim berencana melanjutkan pengembangan ETLIORÉ melalui riset lanjutan dan membuka peluang kerja sama dengan industri maupun layanan kesehatan. Capaian di Bangkok ini, menurut Rayhan, menjadi penanda bahwa riset mahasiswa Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global.

“Setiap proses adalah pembelajaran. Yang terpenting berani memulai dan tetap konsisten,” katanya.(*)

Kontributor: Khefti PKIP

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular