Laut China Selatan Memanas Lagi

2552 views

Militer China Di Laut China Selatan Malaysia Kencing Di Celana

Jakarta – Laut China Selatan kembali menjadi trending topic di kalangan para elit negara-negara kawasan Asia. Banyak pihak berkepentingan untuk menguasai wilayah itu. Sebagai negara yang secara geografis memiliki areal ini, China mengirimkan sinyal ingin memperluas wilayah.

Banyak negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN bereaksi atas keadaan tersebut mengingat perluasan wilayah Laut China Selatan sangat dikhawatirkan akan mencaplok daerah laut negara lain di kawasan ASEAN, tak terkecuali Indonesia. Untuk itu, negara kawasan saat ini sedang berusaha mempercepat penyelesaian Code of Conduct (CoC). Perjanjian itu berisi mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, berkaitan dengan Laut China Selatan.

Direktur Jenderal kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, I Gusti Wesaka Puja menerangkan bahwa para pemimpin negara ASEAN, juga tengah meminta China menahan diri melakukan tindakan provokatif di wilayah tersebut. Sementara itu, para pemangku kepentingan di ASEAN juga meminta negara-negara untuk meminimalisir ketegangan di laut China Selatan. Pertimbangannya, jika sesuatu terjadi di objek negosiasi, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi proses lobi.

“Jadi ada dua hal, pertama kita menghimbau untuk menahan diri semua pihak, kedua kita maju terus dengan COC ini. Karena, apa yang terjadi sekarang adalah adanya kesenjangan yang begitu besar, jika di lapangan terjadi situasi yang memburuk dengan kemajuan yang sudah kita capai di perundingan negosiasi. Walaupun tidak besar, tapi ini kemajuan yang positif. Supaya kesenjangan itu jangan terlalu besar,” ujar Puja.

Menurut Puja, China sendiri selama ini mempersulit negosiasi. Negara komunis itu terkesan terus menggantung proses kesepakatan. Pemimpin ASEAN sendiri sudah pernah mengingatkan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah dimulai sejak 2011 tersebut. Yang ada hanya sinyal mengenai komitmen mereka memberikan kesimpulan awal pembahasan. Akan ada pembahasan sebelum negosiasi itu, namun kapan dan dimana belum ada kejelasan.

Sekedar info, Indonesia saat ini juga terancam oleh sinyal perluasan Laut China Selatan. Wilayah Natuna, adalah wilayah Indonesia yang teracam oleh manuver tersebut. Ada sembilan titik dalam peta dunia yang digunakan patokan China memperluas kekuasaan maritim mereka. Ada ‘jatah’ laut Natuna yang akan tercaplok jika China bersikeras. Bahkan, bila melihat klaim yang dibuat China saat ini, dimana mereka menambah satu titik lagi yang mereka klaim sebagai wilayah mereka maka teritori Indonesia benar-benar terancam.

“Sebenarnya, itu garis putus-putus yang dibuat China sendiri. Kita punya asumsi kalau klaim yang mereka lakukan berdasarkan nine dash line, akibatnya kawasan kita akan terpengaruh juga. Dus, kita menghimbau untuk segera diselesaikan dan dijelaskan agar tidak menimbulkan multitafsir” pungkas Puja.(MSA)

author