
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Ketika warga membutuhkan akses penghubung, air bersih, hunian yang layak hingga dukungan untuk pertanian, kehadiran TNI Angkatan Darat tidak berhenti pada tugas pertahanan. Di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ), berbagai program TNI AD diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, program tersebut lahir dari persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah jajarannya. TNI berupaya hadir dengan mencari solusi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Program-program ini kami laksanakan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Jadi, apa yang menjadi kesulitan masyarakat, kami berupaya untuk mencarikan solusinya,” ujar Untoro dalam Podcast Gesah Nusantara di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Jumat (14/8/2026).
Berbagai program tersebut mencakup pembangunan Jembatan Garuda, penyediaan air bersih dan air untuk persawahan, penguatan ketahanan pangan, Karya Bakti TNI Skala Besar, renovasi sekolah dan panti asuhan, penanganan stunting, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penghijauan di kawasan yang rawan bencana.
Salah satu program yang paling banyak bersentuhan langsung dengan aktivitas warga adalah pembangunan Jembatan Garuda. Di wilayah Korem 081/DSJ, telah dibangun 64 Jembatan Garuda untuk membantu membuka maupun memperbaiki akses masyarakat.
Menurut Untoro, pembangunan tersebut tidak selalu berjalan hanya dengan dukungan pemerintah dan TNI. Masyarakat turut mengambil bagian melalui gotong royong. Bahkan, sejumlah warga bersedia menghibahkan lahannya untuk mendukung pembangunan jembatan.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Masyarakat ikut membantu dan bergotong royong. Bahkan, ada yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan,” katanya.
Kebutuhan dasar lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air. Korem 081/DSJ mencatat pembangunan 98 sumur bor untuk air bersih dan 27 sumur bor untuk kebutuhan air persawahan.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah wilayah.
Di bidang pendidikan, TNI AD turut membantu renovasi tiga sekolah di Kabupaten Madiun, yakni SDN 02 Garon, SMPN 1 Balerejo, dan SMAN 1 Mejayan. Renovasi juga dilakukan terhadap Panti Asuhan Citra Diri di Pacitan dan Panti Asuhan Kanzul Huda di Ponorogo.
Sementara itu, program perbaikan hunian telah menjangkau 1.234 unit rumah tidak layak huni di wilayah Korem 081/DSJ.
Bagi Untoro, pembangunan fisik tersebut tidak semata-mata diukur dari berapa banyak fasilitas yang berhasil dibangun. Yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program selesai.
“Harapannya, keberadaan program-program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya selesai dibangun, tetapi tentunya juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran TNI AD juga diarahkan pada persoalan ketahanan pangan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Ngawi, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur.
Data yang disampaikan Korem 081/DSJ menunjukkan, luas panen padi di Ngawi meningkat dari 123.076 hektar pada 2024 menjadi sekitar 129.013 hektar pada 2025.
Program lainnya menyentuh persoalan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting. Di Kabupaten Pacitan, angka stunting yang pada 2023 tercatat 20,9% disebut telah turun menjadi sekitar 11,8% hingga 11,84%.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menangani persoalan gizi dan kesehatan masyarakat.
Di sektor lingkungan, Korem 081/DSJ juga melakukan penanaman 1.800 bibit mangrove secara serentak di Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat mitigasi terhadap potensi bencana lingkungan.
TNI dan Kebutuhan Masyarakat
Beragam program tersebut memperlihatkan luasnya persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus ruang keterlibatan TNI dalam membantu pembangunan daerah.
Persoalan yang disentuh tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut air bersih, pangan, pendidikan, hunian, kesehatan, dan lingkungan.
Untoro menegaskan, keterlibatan TNI AD dalam berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana keberadaan TNI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, program pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat diharapkan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun harus dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan dampak terhadap kualitas hidup warga.
Dengan pendekatan tersebut, kehadiran TNI di wilayah tidak hanya terlihat ketika menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari yang membutuhkan kerja bersama.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








