Wednesday, April 17, 2024
HomeEkonomikaPresiden Jokowi Didesak Permudah Akses KUR Demi Selamatkan Ekonomi Rakyat

Presiden Jokowi Didesak Permudah Akses KUR Demi Selamatkan Ekonomi Rakyat

Giras 86 di daerah Mojo Surabaya ini merupakan salah satu contoh pelaku UMKM yang membutuhkan akses mudah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu disebutkan oleh ketua umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. (foto: cakrawarta)

JAKARTA – Situasi ekonomi global yang kian tak menentu dipastikan akan memiliki dampak pada perekonomian nasional. Karenanya, pemerintah Indonesia dan semua pihak baik swasta dan masyarakat, diminta memaksimalkan setiap kesempatan dan sumber daya ekonomi.

“Upaya maksimal semua pihak khususnya pemerintah bertujuan agar ekonomi rakyat tidak jadi korban. Minimal mampu bertahan, serta terdorong untuk maju, berkembang dan unggul. Oleh karena itu, segala potensi dan sumber daya ekonomi dari mana pun asal muasalnya baik sumbu pendek maupun sumbu panjang harus dikelola secara baik, benar dan profesional,” ujar Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed pada media ini, Sabtu (4/2/2023) pagi, melalui sambungan telepon.

Kebijakan dan langkah tersebut, menurut Ali Mahsun, diharapkan bisa fokus untuk pendampingan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir mengingat peran sentralnya khususnya ekonomi kecil, menengah dan mikro (UMKM).

“Kenapa? Karena ekonomi rakyat sekitar 65,4 juta UMKM menjadi tulang punggung utama ekonomi nasional. Jangan 99,6% dari total unit usaha di negeri ini. Bukan hanya itu, ekonomi rakyat penyedia lebih dari 80% dari total lapangan kerja, serta konstribusinya 61% PDB dan 55% pertumbuhan ekonomi nasional,” papar pria yang juga Ketua Umum DPP Asosiasi PKL Indonesia (APKLI) Perjuangan itu.

Ali Mahsun menilai, jika ekonomi rakyat khususnya UMKM kolaps maka dipastikan ekonomi Indonesia akan ambruk bahkan alami kebangkrutan. Ia memprediksi jika langkah ekonomi pemerintah tidak tepat dan maksimal maka pengangguran akan membludak dimana-mana, kemiskinan meroket dan meluas serta bisa mengakibatkan konflik sosial yang tidak terkendali.

“Kalau sampai terjadi konflik maka ongkosnya terlalu mahal bagi Indonesia,” imbuhnya.

Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. (foto: cakrawarta)

Oleh karena itu, untuk mencegah hal buruk terjadi, Ali Mahsun mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar permudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan memperlonggar persyaratan bagi pelaku ekonomi rakyat.

“Kami berharap Presiden Jokowi memperlonggar syarat KUR dan juga bisa juga dengan memperbesar alokasi untuk KUR Ultramikro dan Mikro Tanpa Agunan bagi pelaku usaha UMKM,” tegasnya.

Perlonggaran syarat dan penaikan alokasi maka plafon KUR sebesar Rp 460 Triliun dengan bunga disubsidi APBN bisa menjadi darah segar bagi ekonomi rakyat.

“Tentunya penyalurannya harus efektif serta dikawal ketat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan,” sarannya.

Ali Mahsun juga mendesak semua pihak seperti pimpinan organisasi usaha dan ekonomi, organisasi petani, nelayan, pedagang, home industry, pegiat seni dan budaya, ojek, sopir becak, pemulung dan lainnya untuk sinergis dan kolaboratif satu sama lain.

“Mempermudah syarat akses KUR, memperbesar KUR Ultramikro serta sinergi semua pihak jika dilakukan secara maksimal dan fokus, kami yakin akan mampu menyelamatkan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

(bm/bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular