Wednesday, April 17, 2024
HomeSains TeknologiKesehatanMasuki Bulan Puasa, Berikut Tips Jaga Stamina Tubuh dari Pakar Kesehatan

Masuki Bulan Puasa, Berikut Tips Jaga Stamina Tubuh dari Pakar Kesehatan

ilustrasi. (foto: istimewa/shutterstock)

Surabaya, – Tak terasa bulan Ramadhan sudah memasuki hari pertama bagi yang memakai metode rukyatul hilal atau hari kedua bagi yang memakai metode hisab. Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti seluruh umat muslim di seluruh dunia. Namun, sebagian masyarakat kerap kali lalai dalam menjaga kesehatan dan stamina tubuh saat saat puasa.

Berikut ini tips menjaga kesehatan dan stamina tubuh selama berpuasa sehingga kita bisa memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan. Tips ini dibagikan oleh Pakar Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dr. Abdul Jabbar Al-Hayyan, Sp.KFR.

Hayyan, biasa ia disapa mengatakan bahwa sapaan salah satu hal penting yang dapat dipersiapkan saat Bulan Ramadan yakni kecukupan nutrisi dalam tubuh dan mengatur jadwal harian selama satu bulan penuh selama berpuasa.

“Misalnya, dalam sehari manusia membutuhkan 2100 kkal, maka selama berpuasa jumlah tersebut dibagi menjadi dua kali waktu makan. Yakni, pada waktu sahur dan berbuka puasa. Pembagian ini berguna untuk menjaga ketercukupan gizi dan energi dalam tubuh saat menjalankan puasa,”  tuturnya pada media ini beberapa waktu lalu.

Hayyan menambahkan bahwa mengatur jadwal harian juga salah satu hal yang penting selama berpuasa. Salah satunya, dengan cara mengatur pelaksanaan aktivitas-aktivitas yang berat selama berpuasa. Hal ini mencegah terjadinya kelelahan yang berlebihan dan meningkatkan rasa lapar saat menjalankan ibadah puasa.

“Contohnya, jika kegiatan rutinitas sehari-hari diluar bulan puasa ada yang membutuhkan tenaga dan energi yang banyak, maka kegiatan tersebut dapat reschedule di waktu mendekati berbuka puasa atau setelah berbuka puasa.” imbuhnya.

Hayyan juga mengingatkan bahwa selain menjaga nutrisi  tubuh dan mengatur jadwal harian, konsultasi kesehatan dini juga menjadi hal esensial selama berpuasa. Terutama, orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Meskipun terdengar remeh namun konsultasi dini dengan dokter dapat memastikan tubuh kita dengan keadaan yang fit selama menjalankan ibadah puasa. Konsultasi tidak hanya dilakukan oleh orang yang memiliki riwayat penyakit namun juga orang yang sehat sekalipun.

“Contohnya, orang dengan penyakit diabetes harus melakukan konsultasi kepada dokter yang merawatnya. Dengan itu, dapat mengetahui perubahan-perubahan apa saja yang perlu dilakukan selama bulan Ramadhan seperti timing penggunaan insulin pada orang diabetes,” tukas Hayyan.

Karena itu, Hayyan menegaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh tak hanya menjelang berpuasa namun juga saat berpuasa. Ia menjelaskan,  pada dasarnya tidak ada pantangan makanan tertentu yang harus dihindari kecuali apabila orang dengan penyakit tertentu.

“Namun, setiap penyajian makanan harus mengandung komposisi yang lengkap dan seimbang yakni, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat,” tegasnya.

Komposisi yang seimbang, lanjut Hayyan, dapat membantu tubuh menyerap makanan dengan baik serta mengubahnya sebagai cadangan energi selama beraktivitas saat berpuasa. Karenanya, Hayyan menyarankan untuk mengkonsumsi real food bukan processed food agar tubuh menerima komposisi makanan dengan baik.

“Kita boleh mengonsumsi apapun selama berpuasa namun perlu diingat menjaga komposisi tiap makanan juga penting. Contohnya, pada terang bulan menjadi hidangan favorit saat berbuka. Namun, kalori yang dimiliki terang bulan terlalu besar dan komposisinya tidak seimbang,” ungkapnya.

Karena itulah, saat memasuki Bulan Ramadhan seperti sekarang ini, Hayyan meminta masyarakat agar memegang teguh dalam menjaga kesehatan dan pola makan. Masyarakat umum, lanjutnya, biasanya goyah saat berbuka puasa, memiliki hasrat untuk mengkonsumsi semua jenis makanan secara berlebihan.

“Salah satu sunah Nabi Muhammad dapat mewakili, bahwa kita makan saat lapar namun kita harus mengetahui batasan-batasan saat kita dirasa cukup kenyang. Dengan ini, tubuh yang prima dapat membantu kita dalam memaksimalkan ibadah selama berpuasa,” pungkas pria yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

(pkip

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular