Wednesday, February 21, 2024
HomePolitikaKOPRI PC PMII Ponorogo Dorong Perempuan Kian Aktif Dalam Perpolitikan

KOPRI PC PMII Ponorogo Dorong Perempuan Kian Aktif Dalam Perpolitikan

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (tengah) saat hadiri opening ceremony Harlah KOPRI Ke-56 dan Talkshow Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (26/11/2023). (foto: Muh nurcholis)

PONOROGO – Ratusan peserta dan tamu undangan menghadiri Opening ceremony Harlah KOPRI Ke-56 dan Talkshow Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (26/11/2023).

Talkshow mengambil tema demokrasi, yaitu ‘Kopri Berdaya, Kopri Membangun Negeri menuju Masyarakat Madani’ merupakan rangkaian acara dari Harlah Kopri Ke-56 yang di selenggarakan oleh KOPRI PC PMII Ponorogo.

Lebih istimewa lagi pada kesempatan tersebut dihadiri oleh Kang Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Kang Giri dalam sambutannya mengapresiasi acara tersebut dengan memberikan banyak acungan jempol.

Kang Giri berharap PMII harus bersinergi membangun daerah, bangsa dan negara. “PMII harus bisa bersinergi, bagaimanapun hari ini dinamika yang ada tetap harus satu barisan, satu jalan, PMII harus berjalan baik di lini pemerintah, dan yang lainnya, dan tetap harus terus berperan,” pinta Kang Giri.

Sedangkan, Aldila selaku ketua KOPRI PC PMII Ponorogo Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) memiliki tiga fungsi yaitu pembinaan, kepemimpinan, dan pergerakan demi terwujudnya Kopri yang mandiri, dan maju.

“Dalam menjalankan ketiga hal ini setidaknya diperlukan kerja yang cukup ekstra dari seluruh komponen,” terang Aldila.

Aldila juga memaparkan mengenai tema Harlah Kopri ke 56 PC PMII Ponorogo yaitu ‘Kopri Berdigdaya, Kopri Membangun Negeri Menuju Masyarakat Madani’.

“Dimana Kopri mampu masuk dalam ruang-ruang strategis, dengan poinya membangun negeri menuju masyarakat madani, masyrakat yang sistem sosialnya sudah tertata, masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi,” tutur Aldila.

Salah satu pemateri yang hadir, Alim Nor Faizin menyampaikan bahwa peran Perempuan dalam perpolitikan sangat penting.

“Terbukti undang-undang mengatur bahwa 30% porsi Perempuan harus ada dan terpenuhi. Meskipun banyak hal yang menghambat dalam prosesnya, perempuan harus tetap maju dan memberdayakan diri,” tandas Alim Nor Faizin.

Masih kata Alim dalam guyonannya bahwa Tombo ati biasanya ada 5, kali ini kita tambah 1 yakni kaping pisan, moco qur’an lan maknane (kesatu membaca Alquran dan artinya), kaping pindo, sholat wengi lakonono (kedua menjalankan sholat malam), kaping telu, wong kang sholeh kumpulono (ketiga berkumpul bersama orang baik atau sholeh), kaping papat, kudu weteng ingkang luwe (ke empat harus bisa menahan lapar), kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe (kelima membaca dzikir yang lama), kaping enem, melu PMII saklawase (dan ke enam ikut PMII selamanya).

Sedangkan Novita Hardini salah satu aktor politik perempuan dan Founder UPRINTIS Indonesia dalam kesempatan yang memaparkan bahwa Perempuan fungsinya tidak hanya dalam rumah tangga, akan tetapi politik pun harus masuk di ranahnya sebagai penyeimbang dalam berpengetahuan. “Selain harus pandai mendidik anak, perempuan harus siap membangun negara. Posisi Perempuan saat ini harus mau masuk dalam ruang public, salah satunya adalah di ranah politik, baik pengusaha maupun ranah pemerintah,” papar Novita Hardini.

Menurutnya, perempuan kalau tidak diberi ruang akan tenggelam dalam kekerasan seksual. “Dan perempuan Indonesia harus tau sejarah perpolitikan di Indonesia, sebagai gerbang awal pembuka pengetahuan, dan kesetaraan. Kesadaran diri Perempuan sendiri menjadi hal penting dalam sebuah pengetahuan,” ujarnya.

(nurcholis/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular