Wednesday, February 21, 2024
HomeEkonomikaKedatangan Tamu Pengusaha Turki, ISMI Jatim: Dilanjutkan Sinergi dan Kolaborasi! 

Kedatangan Tamu Pengusaha Turki, ISMI Jatim: Dilanjutkan Sinergi dan Kolaborasi! 

Para pengusaha asal Turki saat menikmati lezatnya Durian yang sebagian ditanam di sekitar Saieda Green View, Wonosalam ,Jombang, Minggu (4/2/2024). (Dok: ismi)

JOMBANG – pertemuan persahabatan antar pengusaha muslim asal Jawa Timur yang tergabung dalam Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Jatim dengan beberapa pengusaha asal Turki, berlangsung hangat dan penuh keakraban.

“Alhamdulillah hari ini pertemuan penuh kehangatan, silaturahmi untuk dilanjutkan sinergi dan kolaborasi,” tegas Yusron Aminulloh, Ketua ISMI Jatim pada media ini, usai pertemuan di Saieda Green View Wonosalam Jombang.

“Atas peran Abi Ali Dede, pimpinan Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Timur, para pengusaha dari Turki bertemu dengan kami siang ini, ” tambah Yusron yang juga CEO Saieda dan DeDurian Park Group.

Yusron Aminulloh, Ketua ISMI Jatim saat memberikan sambutan pada pertemuan para pengusaha di Saieda Green View, Wonosalam, Jombang, Minggu (4/2/2024). (dok: ismi)

Hal sama disampaikan Abi Ali Dede, mewakili pengusaha Turki. “Kami bahagia dan berterima kasih atas penyambutan hangat. Para pengusaha Turki yang hadir ke Indonesia berterima kasih atas penyambutan ini. Kami undang Saudagar Muslim Jatim kunjungi Turki,” tegasnya.

Pertemuan awal tersebut, lanjutnya, akan kami tindaklanjuti dengan meeting dan sinkronisasi dan bisnis apa yang bisa dikerjasamakan.

“Kebutuhan rempah-rempah sangat kami nantikan dari Indonesia, disamping produk industri fashion, produk kreatif UMKM dan industri ikan,” tambah Abi Ali.

Para pengusaha ISMI Jatim berfoto bersama delegasi pengusaha asal Turki dalam acara Ngeduren dan Ngopi Wonosalam di Saieda Green View, Wonosalam, Jombang, Minggu (4/2/2024). (Dok: ismi)

Sementara itu, Imam Hambali, Sekretaris ISMI Jatim menilai kerjasama dengan Turki adalah langkah baik dan strategis.

“Kami akan siapkan dengan ragam pertemuan awal, komunikasi intensif agar ketika kami ke Turki sudah ada beberapa kepastian sinerginya,” tambah Imam yang juga Ketua Lazismu Jatim.

Perlu diketahui jika sejak tahun 1950, Indonesia dan Turki memiliki kerjasama bilateral yang cukup kuat, khususnya dalam konteks ekonomi.

Menurut data, jika pada kuartal II tahun 2022 tingkat konsumsi ekonomi Turki naik sebesar 7,6%

“Inilah peluang Indonesia masuk dan memanfaatkan,” pungkas Imam Hambali.

(rils/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular