Wednesday, January 14, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahDorong Percepatan Pembangunan KDKMP, Pangdam V/Brawijaya: Ini Bukan Sekadar Proyek Fisik!

Dorong Percepatan Pembangunan KDKMP, Pangdam V/Brawijaya: Ini Bukan Sekadar Proyek Fisik!

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (kiri) didampingi Kasdam V/Brawijaya saat memberikan arahan pada pejabat utama, Danrem dan Dandim jajaran di Ruang Bina Yudha, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jumat (28/11/2025). (foto: pendam v/brw for Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan urgensi percepatan pembangunan Kawasan Desa Komoditas Mandiri Produktif (KDKMP) dalam pengarahan kepada para pejabat utama, Danrem, dan Dandim di Ruang Bina Yudha, Makodam V/Brawijaya, hari ini, Jumat (28/11/2025). Program ini disebut sebagai tulang punggung penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan regional.

Dalam arahan pembuka, Pangdam menekankan pentingnya penyamaan visi dan peningkatan koordinasi antar-satuan komando. Menurut dia, KDKMP bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur di tingkat desa, tetapi instrumen strategis untuk menstabilkan komoditas, memperkuat ekonomi lokal, dan memastikan keberlanjutan pasokan pangan Jawa Timur.

“Ini bukan sekadar kegiatan fisik. KDKMP adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan desa,” tegasnya.

Dalam laporan evaluatifnya, Mayjen Rudy memaparkan bahwa dari total target 8.494 titik KDKMP di Jawa Timur, sebanyak 4.944 titik telah terdukung anggaran. Dari jumlah itu, 3.579 titik masuk kategori lahan siap bangun. Namun progres fisik baru mencapai 3,87%, angka yang dinilai membutuhkan percepatan terukur di seluruh jajaran.

Evaluasi per Korem menunjukkan disparitas capaian yang cukup lebar. Korem 082/CPYJ mencatat progres 36%, disusul Korem 081/DSJ dengan 27,60 persen. Sementara Korem 083/BDJ baru mencapai 15,22% dan Korem 084/BJ berada di angka 10,35%.

Perbedaan capaian tersebut, menurut Pangdam, menuntut penguatan pengawasan, respons cepat di tingkat lapangan, serta peningkatan efektivitas koordinasi Dandim.

Selain progres fisik, Pangdam juga menyoroti capaian jusik (jurus sidik), indikator internal pembangunan KDKMP. Lokasi Karanglangit, Lamongan, tercatat sebagai yang tertinggi dengan 59,62%. Sebaliknya, Bondowoso berada di posisi terendah dengan hanya 0,5%.

“Data ini harus menjadi dasar penyusunan strategi percepatan yang lebih agresif,” ujar Mayjen Rudy.

Menutup pengarahan, Pangdam kembali menegaskan pentingnya kepatuhan pada spesifikasi RAB, ketelitian dalam pembangunan, dan penggunaan material yang telah terverifikasi. Ia juga meminta seluruh jajaran menyiapkan MoU dengan mitra pendukung program.

Ia berharap percepatan pembangunan KDKMP dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat fondasi ketahanan ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular