Thursday, February 22, 2024
HomeSosial BudayaCara Unik Desa Mandung di Bangkalan Madura Sambut Pergantian Tahun

Cara Unik Desa Mandung di Bangkalan Madura Sambut Pergantian Tahun

Nampak panggung persiapan acara Minggu (31/12/2023) nanti malam. (foto: cakrawarta)

BANGKALAN – Perayaan pergantian tahun biasanya identik dengan acara hura-hura, pesta atau konvoi kendaraan. Bahkan ada pula yang mengarah pada hal-hal yang kurang sesuai dengan adat ketimuran maupun karakter bangsa Indonesia yang religius.

Berkaca pada hal tersebut, para sesepuh dan tetua Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengajak para pemuda dan pemudi desa untuk mengadakan giat berbeda untuk mencegah semua itu terjadi.

Mengakomodir adat budaya setempat yang kuat Islam Aswajanya, mereka menyelenggarakan Pengajian Umum yang dilakukan rutin pada tanggal 31 Desember tiap tahunnya. Formatnya adalah Haul leluhur Desa yang biasa disebut dalam bahasa setempat, bujuk.

Flyer pengajian umum di Desa Mandung, Minggu (31/12/2023) nanti malam. (foto: CAKRAWARTA)

Menurut keterangan salah satu pemuda Desa Mandung, Abdul Hakim pada media ini, Minggu (31/12/2023) siang acara yang dilakukan ini merupakan giat acara tahunan, tepatnya malam pergantian tahun Masehi.

“Alhamdulillah sudah berjalan 8 tahun. Memang motivasi awalnya untuk mengurangi aktivitas di malam pergantian tahun ini menjadi lebih bermanfaat, melihat para pemuda yang hanya mondar mandir, naik motor dengan suara kenalpot nyaring, maka terbesit suatu pendapat yang menjadi keputusan bersama para tokoh dan pemuda dengan mengadakan acara tahunan yang dikemas dalam pengajian umum, yang akhir muncul juga pendapat sesepuh agar acara ini tambah barokah, maka ditambahkan acara haul bujuk bato Nodung dan bujuk se Desa Mandung,” papar Hakim -sapaan akrabnya-.

Yang menarik kegiatan ini untuk pembiayaannya bersifat swadana dan swadaya sehingga kental budaya gotong royong baik penyelenggaraan maupun pendanaan.

“Ya pendanaannya swadana. Kami dapat melalui ‘amal-amal’ di jalan (donasi umum, red.), mengirim amplop pada keluarga Desa tetangga yang juga masih satu sirkel dari bujuk yang ada di Desa Mandung maupun mengontak para perantau di luar daerah,” imbuh pria yang terlibat di bagian penggalangan dana acara itu.

Menurut Hakim, kesuksesan acara ini tidak lepas juga dari peran kaum ibu-ibu.

“Karena nantinya saat pengajian berlangsung, semua yang hadir nanti itu dikasih makanan. Semua itu sumbangan warga desa,” tukasnya.

Kepala Desa Mandung Abd. Kholiq. (foto: CAKRAWARTA)

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Desa Mandung Abd. Kholiq mengapresiasi sekaligus merestui acara-acara positif yang diinisiasi para sesepuh dan pemuda Desa tersebut.

“Alhamdulillah ini merupakan acara yang sangat positif dan sekaligus membawa berkah. Tentu saya mengapresiasi sekaligus mendukung acara yang positif ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengajian umum dan haul pada tahun ini akan dihadiri mubaligh ternama KH. Mas’udi Suyuthi dari Bangkalan dan KH. Hamid Amjad Hasan dari Pamekasan.

(tomi/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular