Monday, March 4, 2024
HomeInternasionalBamsoet Dorong Perusahaan Kendaraan Komersial Thailand Bangun Pabrik di Indonesia

Bamsoet Dorong Perusahaan Kendaraan Komersial Thailand Bangun Pabrik di Indonesia

Bambang Soesatyo saat bertemu pimpinan Nex Point Thailand Co LTD di Bangkok, Selasa (28/11/2023). (foto: istimewa)

BANGKOK – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung produsen mobil Thailand, Nex Point Thailand Co LTD yang ingin mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Bersama Takuni Group Public Company Limited dan PT Power Shark Indonesia, Nex Point akan mensuplai berbagai kendaraan listrik komersial atau angkutan umum mulai seperti Busway Trans Jakarta, truk angkutan umum, sampah, dump truck untuk tambang, Kepala Kereta Api listrik, Ferry Listrik hingga Taugeboat listrik penarik tongkang di Indonesia.

“Saat ini market kendaraan listrik di Indonesia sangat besar. Karenanya, tidak hanya mensuplai kendaraan listrik build up dari Thailand, Nex Point juga berencana membangun pabrik assembly di Indonesia. Terlebih, beberapa material yang diperlukan cukup banyak di Indonesia,” ujar Bamsoet usai mengunjungi pabrik berbagai kendaraan listrik Nex Point Thailand Co LTD di Bangkok, Selasa (28/11/2023).

Bamsoet menjelaskan bahwa Nex Point Thailand Co LTD merupakan produsen dan distributor kendaraan listrik komersial. Seperti bus listrik, minibus listrik, kendaraan wisata listrik, bus EV, kendaraan penumpang EV, dan gerbong EV.

“Kendaraan penumpang komersial ini secara eksklusif mengandalkan tenaga listrik 100 persen yang ditenagai oleh baterai lithium-ion. Nex Point Thailand Co LTD memperhatikan pentingnya pengelolaan lingkungan dalam perjalanan dengan menggunakan energi listrik yang berkelanjutan,” kata Bamsoet.

Bambang Soesatyo saat mengunjungi pabrik Nex Point Thailand Co LTD di Bangkok, Selasa (28/11/2023). (foto: istimewa)

Bamsoet menjelaskan bahwa terdapat banyak keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan kendaraan penumpang listrik komersil. Di antaranya berkurangnya pencemaran udara, konsumsi BBM, dan beban subsidi yang harus ditanggung negara. Sehingga pada akhirnya meningkatkan ketahanan energi nasional.

Penggunaan kendaraan listrik juga menjadi alternatif solusi untuk menekan ketergantungan terhadap impor migas. Sehingga pada akhirnya meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Ini juga penting agar beban APBN kita tidak terkuras dengan impor migas yang selama ini kita ambil dari beberapa negara dan harganya juga makin lama makin mahal. Hal tersebut jelas membebani dan mengurangi dana atau anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

(Reza/Rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular