Saturday, February 21, 2026
spot_img
HomePendidikanDunia KampusMahasiswa UNAIR Ciptakan Wadah Guna Ulang untuk Tekan Sampah Plastik, Raih Prestasi...

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Wadah Guna Ulang untuk Tekan Sampah Plastik, Raih Prestasi Internasional

Ridhwan Fadly Saputra, Farrelindra Nadhif Islami, dan Muhammad Dafi Aritama dalam momen meraih prestasi internasional berkat NETRA karya mereka dalam kompetisi GreenGeneration: Sustainable Case Competition di Jakarta, Selasa (17/2/2026). (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menciptakan inovasi wadah guna ulang bernama Netra untuk mengurangi sampah plastik kemasan sekali pakai. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih peringkat keempat dalam kompetisi internasional GreenGeneration: Sustainable Case Competition yang diselenggarakan Nestlé Indonesia, mengungguli lebih dari 3.600 tim peserta.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ridhwan Fadly Saputra, Farrelindra Nadhif Islami, dan Muhammad Dafi Aritama. Mereka mengembangkan Netra sebagai reuse jar atau wadah yang dapat digunakan hingga 50 kali, sehingga berpotensi menekan penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang sulit didaur ulang.

“Inovasi Netra tidak hanya berupa wadah guna ulang, tetapi juga dilengkapi refill machine system yang terhubung dengan outlet mitra, serta kode QR untuk memantau penggunaan dari hulu hingga hilir,” ujar Ridhwan dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Menurut dia, persoalan utama sampah plastik tidak hanya terletak pada material, tetapi juga pada sistem pengelolaannya. Banyak kemasan plastik multilayer tidak memiliki nilai ekonomi sehingga sulit dikumpulkan dan didaur ulang.

Ridhwan menambahkan, solusi berkelanjutan membutuhkan pendekatan menyeluruh yang menghubungkan produsen, konsumen, hingga pengelola sampah. “Tantangannya bukan hanya inovasi material, tetapi bagaimana membangun sistem yang terintegrasi. Kami mencoba menjawab itu melalui Netra,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, tim Unair menjadi satu-satunya perwakilan kampus yang berhasil menembus 20 besar dan melaju ke babak final. Mereka harus merumuskan solusi dalam waktu terbatas dengan pendekatan berbasis kasus nyata industri.

Ridhwan mengakui tantangan terbesar adalah menyusun konsep inovasi yang terintegrasi dalam waktu singkat. Untuk mengatasinya, tim membagi peran sesuai keahlian masing-masing anggota yang berasal dari latar belakang disiplin ilmu berbeda.

“Kolaborasi lintas jurusan sangat membantu kami merumuskan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia berharap inovasi seperti Netra dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengurangi sampah plastik, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan.

Prestasi tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong solusi bagi tantangan keberlanjutan.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular