
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Ramadhan 1447 H/2026 dimaknai secara berbeda oleh . Bukan sekadar momentum ibadah rutin, bulan suci tahun ini dihadirkan sebagai ruang penyembuhan jiwa dan penguatan raga melalui rangkaian program bertema “Healing Ramadhan: Tenang Jiwa, Kuat Raga.”
Salah satu program utamanya adalah majelis “One Day One Khatam” yang digelar setiap sore bakda Shalat Asar sepanjang 1-30 Ramadhan. Dalam majelis itu, 30 orang jamaah masing-masing membaca satu juz Al-Qur’an hingga tuntas 30 juz atau satu kali khatam setiap hari.
Humas Masjid Al-Akbar, H. Helmy M. Noor, mengatakan konsep tersebut dirancang menghadirkan suasana khusyuk dan hangat seperti majelis ngaji di masjid-masjid Tanah Suci.
“Ramadhan kami maknai sebagai ruang pemulihan. Banyak anak muda lelah secara mental dan emosional. Di masjid, mereka bisa menemukan ketenangan batin sekaligus kekuatan spiritual,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Majelis khataman berlangsung sekitar satu jam lebih, kemudian dilanjutkan dengan Ngaji Ngabuburit hingga waktu berbuka puasa bersama.
Empat Pilar “Healing Ramadhan”
Ketua Panitia Healing Ramadhan MAS, M. Jakfar, menjelaskan rangkaian kegiatan dibagi dalam empat pilar besar.
Pertama, Program Ibadah dan Dakwah, meliputi “One Day One Khatam”, Shalat Tarawih, Tadarus bakda Tarawih, Qiyamul Lail pada 10 malam terakhir, serta Peringatan Nuzulul Qur’an.
Kedua, Program Sosial Kemasyarakatan, berupa buka puasa bersama setiap hari, donor darah, dan “MAS Berbagi” bagi dhuafa, anak yatim, disabilitas, guru, dan marbot di Taman Asmaul Husna pada 21 Ramadhan.
Ketiga, Program Kreatif, seperti Museum Masa Lalu dan Masa Kini selama Ramadhan serta rencana Festival Ramadhan yang memuat lomba patrol, qosidah, dan dakwah cilik.
Keempat, Program Kuat Raga, melalui Liga Marbot Soccer dan Ngaji Bareng Bintang Bola di Mini Soccer MAS pada 2-8 Maret 2026.
Menurut Helmy, pendekatan ini menegaskan bahwa ibadah tidak berdiri sendiri. Aktivitas spiritual berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan kesehatan fisik.
“Majelis khataman menjadi sumber ketenangan jiwa, kebersamaan masjid menumbuhkan daya tahan diri, dan aktivitas sehat raga menjaga kebugaran. Ramadhan adalah momentum membangun manusia seutuhnya,” kata dia.
Rangkaian penyambutan Ramadhan sendiri telah dimulai sejak 16 Februari melalui kegiatan Megengan yang melibatkan siswa TK hingga mahasiswa di lingkungan pendidikan Al-Akbar.
Dengan konsep tersebut, Masjid Al-Akbar berharap Ramadhan tidak hanya dirayakan sebagai tradisi tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi, pemulihan, dan penguatan bagi masyarakat kota.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



