Wednesday, February 4, 2026
spot_img
HomeSosokHario Laskito Ardi, Merintis Jalan Digital yang Berdampak bagi Lingkungan

Hario Laskito Ardi, Merintis Jalan Digital yang Berdampak bagi Lingkungan

Hario Laskiot Ardi, alumnus UNAIR dengan karya digital peduli lingkungannya. 

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Dari ruang-ruang kuliah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Hario Laskito Ardi menapaki perjalanan yang tidak selalu mulus. Alumni program studi Informatika ini kini menjabat Direktur Utama PT Manggala Teknologi Nusantara, setelah melewati rangkaian kegagalan, kebangkrutan, dan proses panjang menemukan makna dari sebuah usaha.

Sejak masih berstatus mahasiswa, Hario sudah akrab dengan dunia wirausaha. Beragam peluang ia jajaki, mulai dari usaha tour and travel rute Surabaya-Bali hingga pengembangan aplikasi berbasis lingkungan. Tidak semua berakhir manis. Sejumlah usaha yang dirintisnya justru tumbang tak lama setelah ia lulus.

Namun, kegagalan tak menghentikan langkahnya. Salah satu platform yang ia kembangkan, Lindungi Hutan, justru bertahan dan terus berkembang hingga kini. Platform tersebut menjadi ruang partisipasi publik dalam upaya pelestarian hutan melalui penggalangan dana berbasis digital.

“Lindungi Hutan kami rancang agar masyarakat bisa terlibat menjaga hutan dengan cara apa pun. Tanaman yang ditanam pun dapat dipantau melalui aplikasi,” ujar Hario.

Selama tiga tahun mengembangkan Lindungi Hutan, Hario kembali merintis usaha baru. Ia mendirikan PT Manggala Teknologi Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang penyedia solusi digital. Dari perusahaan ini pula lahir Tiket Pendakian, sebuah rintisan digital yang membantu pengelolaan aktivitas pendakian gunung secara lebih tertib dan berkelanjutan.

Bagi Hario, teknologi bukan sekadar alat inovasi, melainkan sarana memberi dampak nyata. Digitalisasi yang ia kembangkan diarahkan untuk memudahkan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin sistem digital yang dibuat tidak hanya efisien, tetapi juga memberdayakan. Membuka lapangan kerja dan pada saat yang sama menjaga hutan tetap lestari,” tuturnya.

Pengalaman jatuh bangun dalam berwirausaha membentuk cara pandang Hario terhadap kegagalan. Ia melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan proses pembelajaran yang justru memperkuat mental.

Kepada mahasiswa Universitas Airlangga, Hario berpesan agar berani mencoba dan tidak takut memulai. Menurutnya, pengalaman gagal saat masih muda menjadi bekal penting sebelum terjun sepenuhnya ke dunia kerja.

“Belajar merintis usaha dan aktif berorganisasi itu penting. Dari situ kita belajar gagal, belajar bangkit, dan membangun mental,” katanya.

Kiprah Hario Laskito Ardi menjadi cermin bagaimana Universitas Airlangga terus melahirkan alumni yang tidak hanya berprestasi secara profesional, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular