
MALANG, CAKRAWARTA.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menyiapkan 100 posko layanan untuk menyambut puluhan ribu jamaah yang akan mengikuti Mujahadah Kubro, puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) kalender Masehi 1926-2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Panitia Lokal (Panlok) Harlah 1 Abad NU di Kantor PCNU Kota Malang, Jumat (23/1/2026) malam. Rapat dihadiri unsur lembaga NU, badan otonom, Majelis Wakil Cabang (MWC), serta PCNU se-Malang Raya.
Ketua Panlok Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, mengatakan posko-posko layanan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melayani jamaah dari berbagai daerah. Panitia memproyeksikan kehadiran sekitar 75.000 jamaah.
“Sekitar 40.000 jamaah diperkirakan datang dari PCNU se-Jawa Timur di luar Malang Raya. Sementara dari Malang Raya sendiri sekitar 35.000 jamaah,” kata Edy dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026) pagi.
Rinciannya, jamaah dari PCNU Kota Malang dan Kabupaten Malang masing-masing diperkirakan mencapai 15.000 orang, PCNU Kota Batu sekitar 5.000 orang, serta sisanya berasal dari 43 PCNU se-Jawa Timur.
Edy menegaskan, PCNU Kota Malang telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Malang untuk memastikan kelancaran kegiatan. “Pemkot Malang memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas hingga pengaturan teknis di lapangan,” ujarnya.
Menurut Edy, Mujahadah Kubro tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum kebangsaan yang memerlukan kesiapan menyeluruh, baik layanan jamaah, pengamanan, maupun pengaturan arus kedatangan dan kepulangan massa.
Untuk pengamanan internal, panitia melibatkan Banser dan Pagar Nusa, serta berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri. “Koordinasi juga dilakukan lintas PCNU di Malang Raya agar pergerakan jamaah berjalan tertib,” katanya.
Ketua Steering Committee Panlok Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, menjelaskan Mujahadah Kubro merupakan puncak rangkaian panjang kegiatan peringatan satu abad NU yang telah dimulai sejak 7 Januari 2026.
Rangkaian tersebut meliputi ziarah muassis NU secara serentak di Jawa Timur, pengobatan gratis, berbagai lomba keagamaan dan kebudayaan, hingga program sosial dan pemberdayaan umat.
“Harlah 1 Abad NU tidak berhenti pada satu acara. Ini adalah rangkaian kegiatan yang menunjukkan peran NU dalam bidang keagamaan, sosial, dan kebangsaan,” ujar Agus.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah di Malang Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Sinergi ulama dan umara terlihat kuat. Di Kota Malang, dukungan bahkan langsung ditangani wali kota dan wakil wali kota,” katanya.
Sekretaris PCNU Kota Malang, Prof. Dr. H. Faishol Fatawi, menegaskan seluruh struktur NU di Malang Raya siap menyukseskan puncak peringatan satu abad NU. “Koordinasi lintas wilayah terus kami intensifkan agar kegiatan berjalan aman dan khidmat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, selaku Ketua Pelaksana Mujahadah Kubro, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari PWNU Jawa Timur, terdapat kemungkinan Presiden RI hadir dalam acara puncak tersebut.
“Kami menyiapkan skema transit dan drop zone jamaah dari luar kota agar tidak terjadi penumpukan massa,” ujar Wahyu. Ia menambahkan, sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, fasilitas TNI, serta perguruan tinggi akan dimanfaatkan sebagai lokasi transit.
Wahyu juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Malang atas potensi gangguan aktivitas selama pelaksanaan kegiatan. “Kami akan melakukan sosialisasi jauh hari agar masyarakat memahami dan dapat menyesuaikan aktivitasnya,” katanya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi mengatakan Stadion Gajayana siap digunakan untuk kegiatan berskala besar. Kapasitas stadion diperkirakan mampu menampung 20.000-25.000 jamaah, sementara area luar stadion disiapkan untuk menampung hingga 70.000 orang.
“Jika jumlah jamaah melebihi kapasitas stadion, kawasan sekitar telah dikondisikan untuk menampung massa,” ujarnya.
Dengan kesiapan posko, pengamanan, dan dukungan lintas sektor, PCNU Kota Malang optimistis Mujahadah Kubro sebagai puncak Harlah 1 Abad NU akan berlangsung tertib, aman, dan khidmat, sekaligus menjadi simbol persatuan warga NU di Jawa Timur.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



