Friday, January 16, 2026
spot_img
HomeLiburanKulinerLegenda Kuliner Sunan Ampel, Gule Roti Maryam Est. 1952 H. Safili Tetap...

Legenda Kuliner Sunan Ampel, Gule Roti Maryam Est. 1952 H. Safili Tetap Jadi Buruan Pecinta Rasa Timur Tengah

Menu menu favorit pilihan pengunjung kalau ke “Gule Roti Maryam Est. 1952 H. Safili di kawasan wisata Ampel Surabaya. (foto: Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Di jantung kawasan wisata religi Masjid Agung Sunan Ampel, sebuah kedai legendaris kembali mencuri perhatian pencinta kuliner malam. Gule Roti Maryam Est. 1952 H Safili, yang kini berlokasi di Jalan KH Mas Mansur tetapi sedikit bergeser ke depan sebuah toko dari titik lamanya di perempatan Mas Mansur, tetap konsisten menyajikan rasa autentik yang membuat pelanggan setia terus berdatangan lintas generasi.

Kedai ini dikenal luas dengan gule kacang ijo berkaldu kambing yang disantap bersama roti maryam (canai) empuk dan gurih. Banyak pelanggan menyebut paduan tersebut “nyaman” dan “nampol”, terutama bila dinikmati saat gule masih kental sebelum pukul 06.00 pagi. Tak heran, waktu terbaik berkunjung disebut-sebut bakda Subuh, ketika menu masih lengkap dan rasa berada di puncaknya.

Selain gule dan roti maryam, menu lain seperti sate kambing hingga kopi Arab (qahwah) juga menuai pujian. Qahwah-nya dinilai mantap dan pas menemani santapan dini hari. “Gulainya kental, satenya empuk, kopinya mantap,” ujar salah satu pelanggan yang rutin singgah sejak era 1990-an.

Kedai ini buka dari tengah malam hingga sekitar pukul 07.00–08.00 pagi, menjadikannya ikon wisata kuliner malam dan pagi di kawasan Ampel. Dari pelanggan lama hingga pengunjung baru, banyak yang mengapresiasi harga terjangkau, tempat bersih, pelayanan ramah, serta porsi yang pas. Kini, kedai juga telah mendukung pembayaran QRIS, menandai adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan cita rasa klasik.

Lokasi terbaru kuliner legenda kawasan Ampel Gule Roti Maryam Est. 1952 H. Safili. (foto: Cakrawarta)

Daya tarik Gule Roti Maryam Est. 1952 H. Safili tak hanya pada rasa, tetapi juga atmosfernya. Berada di pusat wisata religi, pengunjung datang dari beragam latar mulai dari Jawa, Madura, Batak, Dayak, Ambon, Tionghoa, Arab bahkan wisatawan Eropa. Suasana multikultural itu memperkuat pengalaman bersantap yang khas Nusantara dengan sentuhan Timur Tengah. Apalagi saat ini di lokasi barunya parkir tidak lagi berbayar alias free parking baik untuk motor maupun mobil.

Seorang influencer kuliner menyebut gule kacang ijo di sini “enak parah”, sementara pelanggan lain menilai daging kambingnya empuk tanpa bau prengus. Ada pula yang mengaku sudah langganan dari masa orang tua hingga anaknya. “Legenda yang tak berubah rasanya,” kata pelanggan setia.

Dengan reputasi panjang sejak 1952, jam operasional unik, dan rasa yang konsisten, Gule Roti Maryam Est. 1952 H Safili tetap layak masuk daftar wajib bagi pemburu kuliner malam Surabaya khususnya mereka yang ingin merasakan harmoni gule hangat, roti maryam lembut, dan qahwah Arab di bawah cahaya dini hari kawasan Sunan Ampel. Bagaimana menurut kalian guys? Tertarik tidak? (*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular