
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Takut berbicara di depan umum atau glossophobia kerap disebut sebagai salah satu ketakutan paling umum. Riset National Institute of Mental Health menyebutkan, sedikitnya 40% populasi pernah merasakan kecemasan saat harus berbicara di hadapan orang banyak, bahkan melampaui fobia terhadap laba-laba, kematian, atau ketinggian. Tak jarang, orang memilih menghindar ketika diminta tampil di depan kelas atau kamera.
Namun suasana berbeda terlihat di Kelas Talenta SMP Al Hikmah Surabaya. Kamis (15/1/2026), para siswa justru tampak tertib dan antusias mengikuti kelas public speaking bertema “Podcast? Siapa Takut!”.
“Siapa di sini yang kalau di kelas ramai, tapi kalau diminta bicara di depan jadi tidak bersuara?” tanya pengajar public speaking, Rafel Rafi, membuka kelas. Pertanyaan itu disambut tawa sekaligus anggukan jujur dari sejumlah siswa.
Dalam sesi tersebut, siswa diminta berpasangan untuk mensimulasikan podcast. Seorang siswa berperan sebagai host, sementara pasangannya menjadi guest. Format ini dipilih agar siswa berlatih berbicara secara natural melalui percakapan, bukan sekadar pidato satu arah.
Awalnya, beberapa siswa tampak saling menunjuk, enggan tampil lebih dulu. Namun suasana berubah ketika giliran mereka tiba. Percakapan mengalir, tawa muncul, dan rasa canggung perlahan memudar.
“Awalnya deg-degan. Tapi setelah mulai ngobrol, rasa gugupnya hilang. Jadi makin mengalir,” ujar Irfan, siswa Kelas Talenta yang bertugas sebagai host podcast.

Menurut pengelola Kelas Talenta, pelatihan ini dirancang untuk membangun keberanian dan keterampilan komunikasi sejak dini. Prosesnya dilakukan bertahap, dengan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja.
“Kami berharap siswa Kelas Talenta memiliki kemampuan public speaking yang baik. Salah satu medianya adalah podcast, karena melatih keberanian, struktur berpikir, dan kejelasan bicara,” kata Sriyanto, Kepala Unit Kelas Talenta SMP Al Hikmah Surabaya.
Melalui kelas semacam ini, ketakutan berbicara di depan umum tidak dihadapi dengan paksaan, melainkan dilatih pelan-pelan hingga rasa takut berubah menjadi percaya diri. Asyik ya guys? (*)
Kontributor: Tommy
Editor: Umar Faruq



