
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyiapkan NUConomic Festival 2026 sebagai upaya memperkuat basis ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjelang Abad Kedua Nahdlatul Ulama. Melalui festival ini, PWNU Jatim mempertemukan UMKM warga NU dengan kalangan pebisnis, swasta, dan lembaga perbankan.
NUConomic Festival akan digelar di Kampung Coklat, Blitar, Jawa Timur, pada 5–7 Februari 2026, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad NU (1926-2026) di Jawa Timur. Agenda ini melengkapi sejumlah kegiatan lain, seperti Sarasehan Pesantren, ziarah muassis, Festival GenZINU, layanan kesehatan gratis, pameran budaya, dan Mujahadah Kubro.
Penanggung jawab NUConomic Festival, HM Hakim Jayli, mengatakan bahwa NUConomic dirancang sebagai ruang temu antara pelaku UMKM NU dan pemodal agar potensi ekonomi warga tidak berhenti pada skala lokal.
“NUConomic bukan sekadar pameran, tetapi ikhtiar mempertemukan UMKM NU dengan dunia usaha dan perbankan agar tercipta kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Hakim Jayli di Surabaya, Rabu (14/1/2026).
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu menjelaskan, NUConomic Festival akan diisi lima agenda utama, yakni pameran produk, diskusi dan talkshow, lomba, konser amal, serta klinik UMKM. Pameran dan klinik UMKM menjadi ruang utama bagi pelaku usaha warga NU untuk berinteraksi langsung dengan calon mitra bisnis dan pemodal.
Hasil diskusi PWNU Jatim bersama LPNU, ISNU, Lakpesdam, dan Lazisnu menyepakati bahwa NUConomic akan berfokus pada tiga pilar ekonomi warga NU, yaitu UMKM, pertanian dan industri pertanian, serta filantropi. Ketiga pilar tersebut dinilai merepresentasikan kekuatan ekonomi jamaah NU di Jawa Timur.
Area Klinik UMKM akan diisi lima stan layanan, antara lain Halal Corner oleh LSH ISNU Jawa Timur yang menyediakan layanan sertifikasi halal gratis bagi UMKM makanan dan minuman, stan modal produktif UMKM yang dikoordinasikan Lazisnu Jawa Timur, serta layanan konsultasi kemasan, legalitas usaha, dan permodalan yang melibatkan pemerintah daerah, swasta, dan perbankan.
“Dengan skema ini, kami berharap terjadi business matching antara UMKM NU, pebisnis NU, dan pemodal. Sejauh ini, LPNU telah menerima pesanan enam galeri pameran,” kata Hakim.
Selain pameran, NUConomic Festival juga akan menghadirkan diskusi tematik terkait tiga pilar ekonomi tersebut. Talkshow UMKM dijadwalkan pada 5 Februari, talkshow filantropi pada 6 Februari, dan talkshow pertanian serta hilirisasi pada 7 Februari, dengan melibatkan lembaga NU, perbankan daerah, dan otoritas keuangan.
Rangkaian NUConomic juga terhubung dengan agenda lain peringatan satu abad NU, seperti Festival GenZINU, lomba berbasis kecerdasan buatan, konser amal, serta pameran seni rupa oleh Lesbumi Jawa Timur. Selain itu, PWNU Jatim mengoordinasikan kegiatan layanan kesehatan serentak di rumah sakit dan klinik NU se-Jawa Timur.
Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz menilai NUConomic penting dikembangkan sebagai bentuk layanan nyata kepada jamaah NU yang sebagian besar bergerak di sektor UMKM.
“Warga NU jumlahnya besar dan potensinya juga besar. NUConomic menjadi ikhtiar agar potensi itu terkelola dan memberi manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Kiai yang akrab disapa Kikin itu.
Menurut dia, penguatan ekonomi warga NU perlu dilakukan secara berkelanjutan agar NU tidak hanya kuat secara sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi di abad keduanya.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



