
BLITAR, CAKRAWARTA.com – Pemerintah Kabupaten Blitar memulai pembangunan Pasar Kesamben yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi rakyat di wilayah selatan Jawa Timur. Peletakan batu pertama dilakukan di lokasi Pasar Kesamben, Jalan Stasiun, Desa Kesamben, Kabupaten Blitar, Rabu (14/1/2026).
Pembangunan pasar tersebut dilaksanakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dan ditandai dengan doa bersama, termasuk doa untuk para korban bencana alam di Sumatera. Sekitar 150 orang menghadiri kegiatan tersebut.
Hadir dalam acara itu Bupati Blitar Rijanto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, perwakilan Kejaksaan Negeri dan Polres Blitar, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, Muspika Kesamben, serta perwakilan pedagang dan tokoh masyarakat.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur I Gusti Agung Ariwibawa mengatakan, pembangunan Pasar Kesamben telah melalui tahapan perencanaan, penyiapan lokasi, dan perizinan yang lengkap. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Menurut Ariwibawa, pembangunan pasar direncanakan berlangsung selama sekitar 360 hari kerja dengan target penyelesaian pada 23 Desember 2027. Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan, Pasar Kesamben memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Lokasinya berada di tepi jalan nasional dan mudah diakses, sehingga melayani warga Kabupaten Blitar maupun daerah perbatasan, terutama Kabupaten Malang.
“Pasar ini nantinya menampung sekitar 755 pedagang dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dari pagi hingga sore hari,” ujar Rijanto.
Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menambahkan, pembangunan Pasar Kesamben diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Blitar.
Ia menilai, kegiatan doa bersama yang digelar bersamaan dengan peletakan batu pertama mencerminkan kepedulian sosial dan solidaritas masyarakat Blitar terhadap korban bencana alam di wilayah lain di Indonesia.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



