
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Halaman Gedung Negara Grahadi, Senin (1/12/2025), menjadi panggung refleksi bagi aparatur sipil negara sekaligus momentum penting menegaskan kembali netralitas birokrasi. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin yang hadir dalam upacara tersebut, secara khusus mengapresiasi peran ASN dalam menjaga integritas dan netralitas di tengah dinamika politik nasional.
Upacara yang dihadiri sekitar 500 peserta dari jajaran instansi pemerintah, TNI, Polri, dan unsur Forkopimda itu berlangsung khidmat sejak pagi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai Pembina Upacara, sementara M. Hadi Wawan Guntoro memimpin jalannya prosesi.
Rangkaian upacara dimulai dengan penghormatan pasukan, pengibaran Sang Merah Putih, dan pembacaan teks Pancasila. Namun sorotan utama terletak pada pesan integritas yang disampaikan melalui amanat pembina upacara. Khofifah menegaskan bahwa KORPRI harus terus menjadi kekuatan moral birokrasi sekaligus garda terdepan reformasi tata kelola pemerintahan.
Pangdam Rudy Saladin, di sela kegiatan, menekankan pentingnya netralitas ASN sebagai syarat mutlak terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.
“Netralitas ASN adalah fondasi kepercayaan publik. Kami mengapresiasi para aparatur yang tetap profesional, menjaga integritas, dan tidak terlibat politik praktis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan ASN turut menentukan stabilitas kawasan serta kualitas pelayanan publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara hanya dapat tumbuh bila birokrasi mengedepankan etika, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap aturan.
Seusai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, pemberian penghargaan MURI, serta penyerahan piagam kepada atlet Pornas Korpri Kontingen Jawa Timur. Seluruh acara berlangsung tertib dan diwarnai antusiasme peserta.
Peringatan HUT ke-54 KORPRI kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa kekuatan birokrasi Indonesia bertumpu pada aparatur yang netral, tangguh, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi



