Berliana Rungkat Golkar: Bansos Memang Pencitraan, Tapi Maknanya Positif

38
Berliana Rungkat Golkar DKI Jakarta (ketiga dari kiri) berpose bersama kader Golkar lainnya sebelum melakukan kegiatan bansos beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta Berliana Beyamina Rungkat memiliki sudut pandang yang berbeda soal baksos dan bansos yang dilakukan oleh organisasi politik, khususnya parpol.

Saat ditemui awak media mengatakan, “Dalam kejadian Covid-19 ini terlihat pentingnya kita memiliki akses kepada pemberi kebijakan publik, seperti Pemda, Badan Satgas Penanggulan Covid-19, dan sebagainya,” ujarnya kepada awak media, Jumat (12/6/2020).

Berliana menambahkan bahwa publik bisa berkontribusi atas kebijakan publik yang diambil pemerintah. Karena itu, menurutnya justru akan menjadi momentum yang penting agar masyarakat atau lebih khusus generasi milenial yang peduli bisa berperan aktif dengan masuk ormas atau partai politik, misalnya Golkar.

“Masuk partai atau ormas kan bisa menjadi sarana menyampaikan aspirasi dan kontribusi positif secara nyata. Dibandingkan hanya ramai di media sosial tanpa ada saluran yang legal dan valid kan?” imbuh Gadis Sampul era 90-an.

Berliana menjelaskan bahwa masyarakat awam yang belum paham betul tentang politik, masih menganggap baksos ataupun bansos yang dilakukan kader partai politik y sebagai pencitraan saja. Padahal menurutnya, bertujuan membantu dan memang sudah sepatutnya dilakukan oleh parpol mengingat fungsinya sebagai saluran aspirasi dan kontribusi yang legal dan valid.

Padahal menurut Berliana, pencitraan partai  politik melalui kegiatan dan program yang dilakukan kader partai politik adalah suatu hal yang selayaknya dilakukan.

“Kata pencitraan sendiri seharusnya bisa  pula berkonotasi positif bukan selalu diarahkan ke sentimen negatif lah,” tandasnya.

(iyan/bti)