Sunday, February 25, 2024
HomePolitikaNasionalSoal Penolakan Ustadz Abdul Shomad, Fahri Hamzah: Lagi-lagi Soal Provokasi

Soal Penolakan Ustadz Abdul Shomad, Fahri Hamzah: Lagi-lagi Soal Provokasi

 

JAKARTA – Penolakan oknum ormas di Bali terhadap ulama kenamaan Ustadz Abdul Shomad juga ditanggapi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Ia mengatakan hingga dua kali dalam orasinya di Pekanbaru bahwa provokasi di Bali adalah kelanjutan dari proyek provokasi yang terus mengganggu Indonesia belakangan ini. Ia sendiri tidak yakin bahwa warga Bali secara umum menolak kedatangan ustadz kondang yang sering disingkat UAS itu.

“Kultur Bali adalah majemuk dan mereka terbiasa menerima tamu sejak dulu. Ini pasti ada yang memprovokasi,” kata politisi PKS asal Sumbawa, NTB ini.

Fahri Hamzah menyambangi Kota Pekanbaru selama 2 hari, 8-9 Desember 2017 kemarin, untuk memenuhi undangan orasi kebangsaan di Puswil Pemprov Riau dan di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.

Selain berorasi, Fahri Hamzah menyempatkan bertemu dengan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, menyaksikan pelantikan PD KAMMI Pekanbaru dan bersilaturahim dengan pihak Rektorat Universitas Islam Riau (UIR).

Fahri Hamzah mengingatkan kejadian serupa yang pernah dialaminya di Manado, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. Saat itu sekelompok ormas mendemo dan menghadangnya masuk kota bahkan ormas tersebut melakukan sweeping hingga masuk ke apron Bandara. Padahal dia datang atas undangan resmi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang juga merupakan sahabat lamanya.

“Sama, waktu itu juga ada yang provokasi,” kata Fahri sambil menjelaskan bahwa dirinya juga punya darah keturunan Karangasem, Bali.

Dalam dunia overconnected dimana masyarakat terhubung satu sama lain tanpa batas akibat revolusi industri telekomunikasi, mengharuskan negara untuk mengambil ruang mengisi percakapan publik.

“Pemimpin harus hadir dengan narasi kebangsaan yang melampaui percakapan publik, percakapan publik sebagai keniscayaan demokrasi harusnya bisa distrukturisasi oleh negara jika pemimpin memiliki narasi kebangsaan yang kuat. Tidak hadirnya pemimpin yang memiliki narasi yang kuat membuat percakapan publik mengarah ke chaos,” ujar Fahri Hamzah.

Sementara itu terkait maraknya ormas yang meminta para ulama untuk melakukan sumpah setia kepada NKRI, Fahri menanggapi bahwa hal tersebut akibat absennya negara.

“Tidak ada hak dan otoritas ormas manapun meminta para guru kita untuk menunjukkan kesetiaan pada NKRI, kesetiaan pada NKRI bukanlah sesuatu yang deklarator dan simbolik. Kesetiaan itu terkait keyakinan paling dalam dari seseorang. Umat Islam jangan diajarkan tentang cinta tanah air, karena darah syuhada telah memerahkan lautan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang mengambil peran negara untuk menjadi ideological dan repressive state aparatus,” lanjut Fahri.

Selama di Pekanbaru, acara Fahri diikuti hampir seribuan mahasiwa yang ingin berinteraksi langsung dengan Fahri Hamzah. Mereka ingin berdialog langsung dan sekedar foto bersama dengan orator 411 dan reuni 212. Fahri Hamzah menekankan bahwa ummat Islam sebagai umat pertengahan jangan ikut-ikutan terprovaksi.

“Saya himbau umat Islam, juga Ustadz Abdul Shomad, agar tetap sabar. Tunjukkan bahwa kita tidak akan terpancing,” tandas salah satu singa parlemen ini.

(as/bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular