Gaet DT Peduli Sulsel, BPKH Tebar Daging Kurban Hingga Tembus Daerah Pelosok di Maros

0
Pengepakan daging kurban pemberian dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan DT Peduli Sulawesi Selatan dan Yayasan Pendidikan Laniang di komplek Yayasan Laniang, Tamalanrea, Makassar, Rabu (21/7/2021). Setelahnya daging kurban tersebut dibagikan ke sasaran secara door to door dan Prokes ketat. (foto: istimewa)

 

MAROS – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Hari Raya Idul Adha 1442 H melalui “Program Kemaslahatan” menyalurkan hewan kurban sebanyak 1.000 ekor sapi yang tersebar di 840-an titik di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) salah satunya bekerjasama dengan DT Peduli yang mengajak Yayasan Laniang dan Masjid Muttakin Sulsel dalam pelaksanaannya.

“Karena mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2021 agar tidak melakukan pemotongan hewan kurban pada 10 Dzulhijjah, maka pemotongan dilaksanakan di hari Tasyrik dan di beberapa Rumah Potong Hewan (RPH),” ujar Kepala DT Peduli Sulsel, Hasmirah, kepada cakrawarta.com, Kamis (22/7/2021) sore.

Hasmirah menambahkan bahwa daging kurban diolah menjadi berbagai jenis produk seperti kornet, rendang siap santap, abon yang dikemas juga dengan daging beku secara higienis.

“Ini kita lakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat Indonesia khususnya yang berada di wilayah terpencil, terluar, tertinggal, terdampak bencana dan berada di zona merah Covid-19,” imbuh Hasmirah.

Hasmirah menegaskan bahwa dalam proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat.

“Intinya ini pengalaman baru juga dimana kami harus meminta izin pada pihak Satgas Covid-19 setempat. Lalu mengantarkan daging kurban juga tetap prokes dengan konsep door to door,” papar Hasmirah.

Tidak hanya itu, menurut Hasmirah penyaluran dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan langsung dua tempat yaitu warga sekitar Yayasan Laniang dan daerah pelosok di Kabupaten Maros yaitu masyarakat di sekitar Masjid Muttakin.

“Yang Maros daerah yang kami sasar memang sangat pelosok, dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih satu jam. Laporan tim DT Peduli yang turun, saat penyaluran kondisi hujan deras dan medan yang sangat licin menjadi tantangan distribusi. Kami terkejut juga ternyata Masjid Muttakin selama ini belum pernah dapat daging kurban. Jadi saat menerima ini mereka sangat berterima kasih dan senang sekali,” kata Hasmirah.

Sementara itu, Wusmal selaku Ketua Panitia Qurban dari Yayasan Laniang menyampaikan ucapan terima kasih dan menyebutkan momentum kali ini jadi yang pertama penyaluran hewan kurban dengan prokes ketat.

“Kami sangat berterima kasih dengan BPKH yang memilih Yayasan Laniang sebagai tempat distribusi kurban karena baik lingkup guru dan masyarakat sekitar banyak yang membutuhkan daging kurban. Terus terang ini pertama kalinya kami membagikan kurban dengan prokes yang sangat ketat.”

(has/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.