Wednesday, February 21, 2024
HomeEkonomika14000, Psychological Threshold

14000, Psychological Threshold

 

Rupiah yang kian hari kian merosot tajam mengindikasikan bahwa setiap barang kebutuhan pun merambat naik. Pangan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Ketahanan pangan ini yang terkena imbasnya. Melemahnya rupiah memberikan dampak dan pengaruh yang sangat signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

Angka Rp 14.000,- per Dollar Amerika adalah psychological threshold (ambang batas psikologis) masyarakat. Begitu sudah tembus angka itu, maka sangat mudah naik ke angka Rp 15,000.- dan jika sudah tembus angka 15,000 rupiah per Dollar Amerika, maka para pelaku ekonomi Indonesia akan panik dan kepanikan ini justru membuat pergerakan rupiah meroket ke angka 17,000 rupiah/Dollar AS dalam waktu singkat.
 Bila hal tersebut benar-benar terjadi maka pemerintahpun akan gamang. Hal ini sangat logis terjadi, bukan sesuatu yang mengada-ada.

Dalam istilah forex pertukaran valuta asing, maka pergerakan valuta yang naik cepat ini disebut Bullish Market atau disebut juga Up Trend Market. Banyak contoh kejatuhan suatu pemerintahan akibat Bullish Market ini. Pemerintah harus segera melakukan antisipasi adanya indikasi multicrisis yang akan terjadi saat dolar menguat cepat seperti saat ini. Karena bila tidak melakukan sesuatu hal yang berarti, maka imbasnya pun akan mengenai krisis politik, yaitu kejatuhan pemerintahan Jokowi-JK.


Suatu multi krisis akan terjadi ketika instabilitas diawali dari pangan kemudian membuat multiplier-nya kemana-mana, bisa krisis ekonomi, keamanan hingga pada krisis politik. Apabila sampai pada krisis politik, maka itulah tanda-tanda kejatuhan suatu rezim pemerintahan. Perlu diketahui, saat ini dollar terhadap rupiah sungguh sangat mengkhawatirkan. Rupiah melemah tembus angka Rp. 14.000/dolar AS. Bank Indonesia sudah melepas sekitar 8 miliar dollar AS untuk menjaga stabilitas rupiah akhir-akhir ini.

Tapi sampai kapan kuat dan tahannya? Karena yang bermasalah sebenarnya adalah kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah cq. Menteri Keuangan sendiri. Masih ada harapan? Selalu saja ada harapan, apa itu? Menteri Keuangan harus segera mengambil langkah-langkah penyelamatan, salah satunya adalah Haircuting Loan. Segera melakukan pembicaraan ulang atau negosiasi ulang dengan pihak pemberi kredit. Restrukturisasi hutang dengan tujuan untuk memperbaiki posisi keuangan debitur. Restrukturisasi hutang dengan syarat pembayaran yang lebih lunak atau lebih ringan dibandingkan dengan syarat pembayaran hutang sebelum dilakukannya proses restrukturisasi hutang.

Untuk ini memang ada konsekuensi. Menteri keuangan yang sudah terlanjur diberi label menteri keuangan terbaik ini sendiri yang harus melakukannya. Punya nyalikah Sri Mulyani?
 Sebenarnya ini bukan urusan punya nyali atau tidak, tapi suatu kewajiban Sri Mulyani sebagai menteri keuangan untuk melakukan langkah penyelamatan negeri. Sri Mulyani harus melakukan financial re-engineering jika memang cinta negeri ini. Kita tunggu saja. Berani dan bernyalikah dia.

MUHAMMAD E. IRMANSYAH

Direktur Eksekutif Institute for Studies and Development of Thought (ISDT)

RELATED ARTICLES

Most Popular