Somasi Rizal Ramli, Partai Nasdem Dinilai Rugikan Diri Sendiri

Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Dr. Rizal Ramli.

JAKARTA – Selasa (11/9/2018) Partai Nasdem mensomasi mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Dr. Rizal Ramli. Hal tersebut tak lepas dari pernyataan kritis Rizal Ramli terkait kebijakan impor pemerintahan Jokowi di sebuah stasiun TV swasta. Ada kritik yang sampai menyebut tokoh utama Partai Nasdem, Surya Paloh.

Pengamat kebijakan publik, Syafril Sjofyan cukup heran dengan langkah Partai Nasdem ini. Menurutnya partai pengusung moto Restorasi tersebut sepertinya melupakan bahwa saat ini tengah berada di alam demokratis.

Ancaman somasi terhadap Dr. Rizal Ramli menurut Syafril terlalu jauh dan sangat tidak tepat. Apalagi argumen Partai Nasdem yang berlindung dengan pernyataan persepsional dimana mengeritik menteri menjatuhkan martabat Presiden.

“Katanya partai restorasi. Kok malah baper saat kadernya dikritik,” ujar Syafril melalui sambungan telepon, Rabu (12/9/2018).

Menurut hemat Syafril, sosok Rizal Ramli tidak perlu menanggapi ancaman somasi tersebut. Syafril menilai pernyataan Rizal Ramli yang mengeritik kinerja Menteri Perdagangan di ruang publik adalah wajar. Apalagi, Syafril memaparkan bahwa fakta di lapangan dimana langkah kebijakan impor kader Partai Nasdem itu malah merugikan rakyat dan menjadi salah satu penyebab dollar melonjak karena defisit neraca perdagangan, dimana nilai impor lebih banyak dari ekspor.

“Meminta agar Surya Paloh menegur bawahannya, karena Mendag diusung dari Nasdem ya tepat. Kritik Rizal Ramli tepat karena memang langkah Mendag dapat menurunkan elektabilitas Jokowi. Itu hal yang sangat wajar dalam alam demokrasi. Atau mereka mulai tidak paham tentang demokrasi,” papar Syafril.

Syafril menilai langkah Rizal Ramli yang selalu kritis dab konsisten manakala pemerintah tak berpihak pada kepentingan rakyat adalah wujud integritas aktivis 77/78 tersebut.

“Yang kenal Rizal Ramli pasti paham bagaimana integritas beliau. Selama rezim tidak berpihak pada rakyat pasti dia kritisi. Dia hanya takut Allah saja itu,” tegas Syafril yang juga aktivis pergerakan mahasiswa 77/78 ini.

Menurut hemat Syafril, respon Partai Nasdem yang nampak seolah tidak lagi membuka ruang demokrasi dapat berakibat fatal bagi mereka jika sampai mereka terkesan membela kadernya yang dalam kebijakannya nampak lebih membela mafia impor bahan pangan.

“Kalau mereka begitu, bisa bisa nanto gak dipilih rakyat. Karena kebijakan impor ini kan gak berpihak pada kepentingan rakyat. Jika sampai rakyat ‘marah’ bisa kena getahnya saat Pileg nanti. Jadi mesti dipikirkan ulang lah mensomasi Rizal Ramli itu jika tak ingin rui sendiri,” tutup Syafril mengakhiri penjelasannya.

(bm/bti)

author