RUU KUHP Jadi Bahasan Pertemuan Dubes AS dengan Kepala Staf Kepresidenan

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Moeldoko saat berdiskusi dengan Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (19/2/2018).

 

JAKARTA – Pertemuan antara Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph Donovan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn.) Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, hari ini, Senin (19/2/2018) selain membahas mengenai peluang kerjasama pelatihan militer antara Kopassus dan militer AS, ternyata menyinggung pula tentang isu yang tengah hangat di Indonesia yaitu pembahasan Rancangan UU KUHP di DPR.

Donovan mengatakan bahwa perlindungan terhadap kelompok-kelompok minoritas dan rentan sangat dibutuhkan di Indonesia. Karenanya dalam kesempatan diskusi dengan Moeldoko, dirinya menyampaikan hal tersebut agar dapat menjadi perhatian.

Moeldoko mengatakan, seharusnya untuk mendorong kemajuan sebuah bangsa, isu soal mayoritas dan minoritas itu tidak lagi menjadi relevan, karena yang paling diperlukan adalah kompetensi atau keahlian.

“Pandangan yang dikotomis seperti itu justru tidak akan membuat kita tidak dapat berbuat sesuatu lebih efektif. Oleh karena itu, kita tidak perlu lagi mengembangkan pemikiran-pemikiran yang mendikotomi seperti itu,” ungkap Moeldoko.

Tentang pembahasan Rancangan UU KUHP, Moeldoko menjelaskan bahwa KUHP yang sekarang berlaku dalam sistem hukum di Indonesia sudah sangat lama dan bisa jadi ada sebagian yang tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.

“KUHP itu sudah ada sejak zaman Belanda, sementara perkembangan di masyarakat sudah sangat modern dan berbeda dengan situasi dan kondisi ketika KUHP itu dibuat,” tandasnya.

(bti)

author