Momentum Tepat, Dulu Soekarno Urung Ke Adonara, Jokowi Dinilai Bisa Tuntaskan

0 218
Para Sultan dan Raja Nusantara saat mengunjungi kediaman Rahman Sabon Nama (kedua dari kanan) untuk menyampaikan ungkapan dan rasa duka cita atas bencana yang terjadi di Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/4/2021) pagi.

 

JAKARTA – Tokoh nasional asal Pulau Adonara NTT Dr. Rahman Sabon Nama meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana mengunjungi korban bencana alam di NTT bisa berkunjung ke Pulau Adonara.

Menurutnya, di pulau itu, Jokowi dapat melihat betapa dahsyatnya banjir bandang, topan silikon dan rob yang memporak-porandakan dan meluluh-lantakkan seantero wilayah, terutama desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur dan desa Lamanele Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, NTT.

Di Adonara pula, Jokowi dinilai dapat menziarahi makam Panglima Perang Jelajah Nusantara, Kapitan Lingga Ratu Loli serta bisa mengunjungi rumah adat Putri Paus Benang Sutra Lambang bendera perang pusaka Kapitan Lingga yang diabadikan dalam rumah adat.

“Lambang pusaka bertuah itu dipegang oleh sesepuh Bapa Lopo dan Bapa Ahmad di Desa Lamahala, dua kilometer dari Desa Waiburak,” papar Rahman Sabon kepada cakrawarta.com, Rabu (7/4/2021).

Rahman menjelaskan bahwa pada tahun 1957/1958 ketika Presiden Soekarno berkunjung ke Flores, beliau seyogyanya mengagendakan kunjungan khusus ke Adonara. Akan tetapi agenda entah kenapa tiba-tiba diurungkan oleh Bung Karno.

“Kata Bung Karno ketika itu, Adonara magnetnya panas. Padahal ketika itu Bung Karno punya niat kuat ke Adonara untuk mengunjungi makam Kapitan Lingga Ratu Loli,” imbuh alumnus Lemhanas RI tersebut.

Masih menurut Rahman Sabon, di mata Bung Karno, Kapitan Lingga adalah tokoh ulama pergerakan Indonesia merdeka yang getol melibatkan diri sebagai panglima perang membantu sejumlah wilayah Kerajaan di Nusantara, antara lain, Kerajaan/Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara, Kerajaan Luwu, Kerajaan Lingga cikal bakal dari kerajaan Siak Indrapura Riau, untuk memerangi imperialisme Portugis dan Belanda.

“Ketika Bung Karno urungkan niat mengunjungi Adonara untuk khusus menziarahi makam Kapitan Lingga, maka pada tahun 1958, Bung Karno memerintahkan Menteri Agama KH. Muhammad Iljas untuk merenovasi dan membangun kembali makam Sang Kapitan, yang dikenal sebagai Panglima Perang Jelajah Nusantara untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara,” tandasnya.

Karena itu, Rahman yang cucu buyut (wareng) dan merupakan generasi ke-5 dari Kapitan Lingga Ratu Loli, mengatakan kunjungan Presiden Jokowi ke Adonara, berkenaan dengan bencana NTT, dapat merupakan bagian dari sejarah keagendaan kunjungan presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang tertunda tersebut.

Untuk diketahui, banjir bandang rob dan tanah longsor walau sudah mulai reda tetapi mengakibatkan kerusakan parah infrastruktur jalan, jembatan, bangunan rumah dan tempat ibadah, listrik dan telekomunikasi tidak berfungsi di daerah Adonara.

Karenanya, jika  berkenan Rahman meminta, nantinya agar kunjungan Presiden Jokowi ke Adonara bisa membawa serta Menteri PUPR, Panglima TNI, Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN.

“Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka peran Panglima TNI diperlukan untuk mengerahkan Zeni tempur Marinir atau Darat untuk membangun kembali infrastruktur jalan dan jembatan yang telah memutus akses pergerakan ekonomi antar kabupaten, kecamatan dan desa-desa di Pulau Adonara,” tutup Rahman Sabon Nama.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.