Ide Jokowi Pakai Dana Haji Tak Perlu Dirisaukan

271 views

ilustrasi. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Ide pemerintahan Joko Widodo menginvestasikan dana haji sebetulnya tidak perlu membuat heboh. Pasalnya, dana haji yang disimpan di perbankan itu sejatinya memang sudah sejak lama jadi bancakan, serta penyelamat pemerintah.

Menurut Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar, sekarang ini dana haji disimpan di bank -bank pemerintah, bank swasta dan asing serta di Surat utang negara (SUN).

Dana haji adalah pelampung penyelamat dari pemerintahan Jokowi dan sektor perbankkan nasional. Dana haji digunakan sebagai bantalan kas pemerintah bersama dana Jamsostek, Taspen, Asabri atau tabungan TNI dan POLRI.

Faktanya, bunga atas dana dana itu sangat tinggi. Terutama dana haji. Bagi pemerintah, dunia perbankan dana haji sangat aman karena pasti tidak dicairkan oleh pemiliknya.

“Makin lama orang naik haji, makin bagus dana itu bagi pemerintah dan bank. itulah mengapa sekarang orang naik haji makin lama, bukan semata-mata karena kuota, akan tetapi karena desain sektor keuangan,” kata Ahyar saat dimintai pendapatnya terkait menguatnya gerakan #TarikDanaHaji, Rabu, (12/06/2019).

Ia menjelaskan, bunga setahun dana haji sanggup memberangkatkan jamaah haji Indonesia jatah setahun 250 ribu orang secara gratis.

Namun para jemaah haji pemilik rekening haji tidak pernah mendapat manfaat dari dana tersebut. Dana itu entah ke mana larinya.

“Boleh jadi habis dimakan para koruptor dalam pemerintahan dan DPR serta lembaga penegak hukum. Bagi rata barangkali,” cetusnya.

“Justru bagi para pemilik rekening haji harus membayar ongkos naik haji yang termahal di dunia, dengan pelayanan yang sangat buruk dan berbagai kericuhan lainnya terjadi setiap musim haji,” paparnya.

Diiingatkan Ahyar, sebetulnya pemerintah harus berterima kasih pada masyarakat Islam dan pemilik rekening haji.

“Jangan Masyarakatnya dimusuhi dana nya di pakai, bayangkan kalau dana itu dapat ditarik dalam serempak, maka pemerintah Jokowi langsung bankrut, dan sektor perbankkan kita langsung bangkrut,” pungkasnya.

(bti)

author