Bawaslu: Pers Bantu Sukseskan Pemilu

74 views

Divisi Hukum dan Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Amiruddin Sijaya, saat membuka Bimbingan Teknis Peliputan dan Penulisan Berita Bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/kota se Riau, Rabu (6/11/2019) bertempat di Grand Central Pekanbaru. (foto: anhar rosal)

 

PEKANBARU – Divisi Hukum dan Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Amiruddin Sijaya mengakui, dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun ini, partisipasi kaum difabel belum menembus angka 60%.

Kendati demikian, tingkat partisipasi pemilu meningkat hingga 80%. Tetapi peningkatan partisipasi pemilih tersebut tidak lepas dari keterlibatan media.

“Tingginya partisipasi pemilu berkat kerjasama semua pihak mendukung kinerja Bawaslu terutama media,” kata Amiruddin Sijaya, saat membuka Bimbingan Teknis Peliputan dan Penulisan Berita Bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/kota se Riau, Rabu (6/11/2019) bertempat di Grand Central Pekanbaru.

Peserta Bimtek, staf bawaslu Riau, staf bawaslu kabupaten/kota se Riau, wartawan meda elektronik dan cetak. Selain itu, panitia mengundang narasumber dari Bawaslu Republik Indonesia, Ketua PWI Riau Zulmansyah, Akademisi Syafriadi dan ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan.

“Pada Pilpres dan Pemilu 2019 tingkat partisipasi secara umum cukup tinggi, terima kasih kepada semua pihak,” kata Amiruddin.

Amiruddin mengakui, khusus partisipasi pemilih difabel masih rendah. Sebab itu, pihak Bawaslu dan perlu didukung media untuk meningkatkan sosialisasi untuk pemilih kaum difabel dalam mensukseskan pilkada 9 daerah di Riau tahun 2020.

Amiruddin menambahkan, bimtek ini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan staf bawaslu untuk menyampaikan informasi yang layak disampaikan ke publik sesuai tugas Bawaslu.

Amirudin menyebutkan, pers atau media salah satu kelompok strategis dalam menyukseskan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun pemilihan umum. Strategis media dalam mensukseskan pilkada melalui publikasi yang sampai ke seluruh elemen masyarakat.

“Bawaslu terbatas menembus seluruh elemen masyarakat dalam mensosialisasikan aturan pilkada maupun pemilihan umum, Maka melalui media dan pers informasi bisa sampai kepelosok,” ujar Amiruddin.

Amiruddin menuturkan, masyarakat perlu mengetahui berita dan fakta sebenarnya, itu harus melalui media.

(anhar rosal/bti)

author