3 Gereja Dibom, Gus Hans Kritik Kinerja Kapolda Jatim

673 views

Pengasuh Queen Al-Azhar PP Darul Ulum Peterongan Jombang, KH. Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans. (foto: istimewa)

SURABAYA – Minggu (13/5/2018) kejadian tak terduga menggemparkan warga Surabaya. Kota yang selama ini aman dan terkendali tetiba kecolongan dengan kejadian bom bunuh diri di 3 lokasi sekaligus dan hanya berselang 5 menit menghentak kesadaran warga Surabaya.

Pengasuh Queen Al-Azhar Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang, KH. Zahrul Azhar As’ad turut mengucapkan duka cits mendalam kepada para korban dan keluarga. Ulama yang biasa disapa Gus Hans tersebut mengecam keras kejadian yang tak berperikemanusiaan itu.

Gus Hans mengkritik keras kinerja aparat kepolisian yang dinilainya tidak tanggap dan mampu mencegah peristiwa naas itu. Apalagi sebelumnya telah terjadi peristiwa teroris di Rutan Salemba Kompleks Mako Brimob.

“Saya berharap institusi kepolisian mampu menjadi institusi yang bisa fokus memberi rasa aman kepada masyarakat. Perkuat fungsi intelijennya dan bukan malah sibuk dengan kegiatan seremonial terlebih berbau politik lokal,” ujar Gus Hans kepada redaksi cakrawarta.com, Minggu (13/5/2018) pagi.

Gus Hans meminta dengan kejadian ini agar Kapolda Jatim segera diganti dengan yang lebih cermat.

“Ya ganti Kapolda Jatim sebagai bentuk reward and punishment dalam institusi kepolisian,” tegasnya.

Selain itu, Gus Hans mengusulkan bahwa cara efektif untuk menghilangkan mental teroris adalah dengan tidak mendukung siapapun yang pro dengan tindakan dan perilaku terorisme termasuk tokoh dan partai politik.

Sebelumnya, terjadi bom bunuh diri yang menewaskan sejumlah korban di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS di Jalan Arjuna Surabaya.

(bus/bti)

author