Berita Terpercaya Tajam Terkini

Tingkatkan Kemampuan, 130 Kader Pendamping ODGJ Bangkalan Dapat Pelatihan Dari FK Unair

0
Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Universitas Airlangga Surabaya, dr Azimatul Karimah SpKJ (K) FISCM saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Kader Pendamping Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Masa Pandemi Covid-19 di Suramadu Resto, Bangkalan, Madura, Rabu (3/8/2022). (foto: istimewa)

 

BANGKALAN – Di masa pandemi Covid-19, diperlukan peningkatan kemampuan edukasi dan manajemen stres pada orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ dan keluarga. Untuk itu, sebanyak 130 kader pendamping ODGJ dari 22 Puskesmas di Kabupaten Bangkalan mendapatkan pelatihan dari tim Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya di Suramadu Resto, Bangkalan, Madura, mulai hari ini, Rabu (3/8/2022) hingga besok, Kamis (4/8/2022).

“Pelatihan kader ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam pendampingan ODGJ di masa pandemi. Termasuk, indikasi melakukan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih tinggi,” ujar Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unair, dr Azimatul Karimah SpKJ (K) FISCM saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Rabu (3/8/2022).

Menurut Azimatul, sebetulnya kerja sama antara FK Unair dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan sudah terjalin sejak tahun 2015. Tujuh tahun lalu, FK Unair membimbing mahasiswa di Puskesmas Kwanyar. Di situ mereka membebaskan sebanyak tujuh orang yang dipasung karena ODGJ.

Pada tahun 2017, lanjut Azimatul, tim FK Unair memberikan pelatihan di Dinas Kesehatan Bangkalan dan pelatihan terakhir dilakukan untuk para programer Kesehatan Jiwa pada Desember 2021 lalu.

“Program pembebasan pasung bergulir sampai ke 22 puskesmas di Bangkalan. Kami juga memberikan keahlian dan pengalaman pada kader pendamping agar program pembebasan pasung bagi ODGJ dan pasien skizofrenia bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” imbuh Azimatul.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan Rizkyah Nunik Wahyuni saat membuka acara pelatihan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan. (foto: istimewa)

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan Rizkyah Nunik Wahyuni membuka secara resmi acara pelatihan kader tersebut. Nunik berharap, dapat terus terjalin koordinasi yang baik antara pihak Universitas Airlangga dan Dinas Kesehatan Bangkalan. Menurutnya, kendala utama dalam penanganan ODGJ di Bangkalan adalah stigma masyarakat. Di masyarakat masih ditemukan diskriminasi terhadap ODGJ, bahkan ada beberapa yang dipasung.

“Dengan adanya kader Kesehatan Jiwa semoga bisa memfasilitasi dan mendampingi masyarakat ke depannya,” harapnya.

Nunik sendiri berharap pelatihan dari FK Unair bisa meningkatkan cakupan dan deteksi dini ODGJ di Kabupaten Bangkalan. Nantinya, kader Kesehatan Jiwa diharapkan dapat terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Terus semangat untuk tetap melakukan layanan sosial dan membantu program di masing-masing puskesmas,” tuturnya.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.